Cirebon (ANTARA) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon, Jawa Barat, mulai mengadopsi aplikasi Sistem Informasi Kemitraan dan Fasilitasi Investasi (Sikertas) 2.0 untuk memperkuat iklim investasi dan kemitraan usaha di daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kota Cirebon Icip Suryadi di Cirebon, Minggu, mengatakan penerapan platform digital tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan investasi dan perizinan yang tengah dijalankan pemerintah daerah.
Menurut dia, penggunaan Sikertas 2.0 diharapkan mampu memperkuat hubungan antara investor dengan pelaku usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kota Cirebon memiliki potensi ekonomi yang sangat strategis di koridor Rebana. Pemanfaatan Sikertas 2.0, kami ingin memastikan setiap investasi yang masuk mampu menggandeng dan menaikkan kelas UMKM lokal melalui kemitraan yang saling menguntungkan," katanya.
Ia menjelaskan jajarannya telah mengikuti workshop penggunaan Sikertas 2.0, untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam mengoperasikan sistem tersebut.
Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai fitur terbaru yang tersedia pada aplikasi, mulai dari pemetaan potensi investasi daerah hingga sistem pelaporan kemitraan yang lebih transparan.
Selain itu, kata dia, aplikasi tersebut juga dilengkapi modul fasilitasi penyelesaian hambatan investasi sehingga dapat membantu investor memperoleh solusi lebih cepat terhadap berbagai kendala yang dihadapi.
"Melalui workshop ini, kami memperkuat kesiapan aparatur agar pemanfaatan teknologi digital benar-benar dapat mendukung pelayanan investasi yang lebih efektif dan responsif," ujarnya.
Icip menuturkan implementasi Sikertas 2.0 diharapkan mempercepat proses pencocokan bisnis atau business matching, antara investor dengan pelaku usaha lokal.
Ia menilai sistem digital tersebut memungkinkan proses kemitraan berjalan lebih efisien, akuntabel, dan terukur sehingga memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.
"Dengan sistem yang lebih terintegrasi, investor dapat lebih mudah menemukan peluang investasi, sementara pelaku usaha lokal memperoleh akses kemitraan yang lebih luas," katanya.
Ia optimistis adopsi teknologi tersebut dapat menjadi nilai tambah, dalam menarik minat investor domestik maupun asing untuk menanamkan modal di Kota Cirebon.
Langkah itu, lanjut dia, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi yang mendorong penyederhanaan birokrasi serta digitalisasi layanan publik guna mempercepat pertumbuhan ekonomi.
"Digitalisasi layanan investasi menjadi instrumen penting untuk meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap pelayanan pemerintah," ujarnya.
DPMPTSP Kota Cirebon mencatat realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1,85 triliun atau 186 persen dari target Rp980 miliar, yang menempatkan daerah tersebut pada peringkat pertama capaian pertumbuhan investasi di Jawa Barat.
Capaian tersebut, menjadi dasar penetapan target realisasi investasi tahun 2026 sebesar Rp1,96 triliun.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.