Cirebon (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, optimistis produksi garam rakyat di daerah tersebut tahun ini dapat mencapai sekitar 76 ribu ton apabila kondisi cuaca selama musim kemarau berlangsung lebih stabil.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Pengolahan dan Pengawasan DKPP Kabupaten Cirebon, Teguh Budiman di Cirebon, Kamis, mengatakan target tersebut masih realistis meski hingga akhir Mei 2026 petani garam belum memulai produksi akibat curah hujan yang masih terjadi.

“Target produksi tahun ini sekitar 76 ribu ton dengan harapan cuaca lebih baik sehingga produksi bisa maksimal,” katanya.

Ia menjelaskan aktivitas produksi garam di wilayah pesisir Cirebon umumnya mulai berjalan pada Mei hingga Juni, tetapi musim hujan yang masih berlangsung membuat petani belum dapat mengolah tambak secara optimal.

Proses produksi garam, kata dia, sangat bergantung pada intensitas panas matahari untuk membantu penguapan air laut di area tambak.

Oleh karena itu, ia mengatakan petani belum dapat memasang geomembran atau lapisan plastik khusus untuk mempercepat kristalisasi garam selama kondisi tambak masih basah akibat hujan.

“Tambak harus benar-benar kering terlebih dahulu sebelum geomembran dipasang. Kalau masih hujan, produksi belum bisa berjalan,” ujarnya.

Ia menuturkan kondisi tahun ini diperkirakan masih lebih baik dibandingkan 2025, ketika fenomena kemarau basah membuat musim produksi garam mundur cukup panjang.

Pada tahun lalu, kata dia, petani garam di Kabupaten Cirebon baru dapat memulai produksi sekitar Agustus hingga September sehingga hasil panen mengalami penurunan.

Meski demikian, DKPP Kabupaten Cirebon memperkirakan produksi garam mulai berjalan dalam waktu dekat apabila cuaca mulai membaik pada Juni 2026.

Pemerintah daerah juga mulai mendorong penggunaan teknologi tunnel atau penutup tambak, guna mengurangi ketergantungan produksi terhadap cuaca.

Namun, ia mengakui penerapan teknologi tersebut di Kabupaten Cirebon masih terbatas dan baru digunakan di wilayah Suranenggala.

Teguh menambahkan kebutuhan garam dari Kabupaten Cirebon, masih cukup tinggi terutama untuk mendukung sektor industri.

“Kami berharap musim produksi tahun ini dapat berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026