Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, memastikan sebanyak 2.300 ternak di daerah tersebut dalam kondisi sehat dan layak menjadi hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon Elmi Masruroh di Cirebon, Selasa, mengatakan ribuan hewan tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas.
“Sekitar 2.300-an hewan sudah diperiksa sampai kemarin, terdiri dari sapi, kambing dan domba,” katanya.
Ia menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit serta memenuhi syarat kesehatan, sebelum disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat.
Menurut dia, hewan kurban yang telah lolos pemeriksaan akan diberikan tanda khusus berupa logo PIN sebagai penanda bahwa ternak tersebut sehat dan layak kurban.
“Kalau memang membeli hewannya yang sudah sesuai dengan tanda logo PIN, pasti sehat,” ujarnya.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, DKP3 Kota Cirebon juga menyiapkan pemeriksaan post-mortem untuk mengecek kondisi organ dalam hewan setelah disembelih.
Elmi mengatakan pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan hati, jantung, limpa, dan ginjal guna memastikan tidak ada organ yang terindikasi penyakit ataupun parasit.
“Tim kami juga sudah siap melakukan pemeriksaan post-mortem setelah penyembelihan untuk memastikan organ dalam hewan kurban sehat dan aman,” katanya.
Ia menuturkan apabila ditemukan organ yang terindikasi tidak sehat, maka bagian tersebut akan dipisahkan dan dimusnahkan agar tidak dikonsumsi masyarakat.
“Kalau ditemukan cacing pada hati, yang dibuang hanya organ dalamnya saja, sedangkan dagingnya masih bisa dikonsumsi,” ujarnya.
DKP3 Kota Cirebon juga memastikan proses penyembelihan hewan kurban, dilakukan sesuai prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare.
Elmi menekankan lokasi penyembelihan harus dilengkapi penutup, agar hewan yang belum disembelih tidak melihat proses penyembelihan hewan lain sehingga tidak mengalami stres.
“Jangan sampai hewan yang masih sehat melihat temannya disembelih karena itu bisa menimbulkan stres,” katanya.
Selain itu, pihaknya memastikan Rumah Potong Hewan (RPH) setempat siap mendukung pelaksanaan Idul Adha setelah sarana dan prasarana, termasuk restraining box, selesai diperbaiki dan kembali dapat digunakan.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.