Bandung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, menyiapkan penguatan manajemen parkir dan rekayasa lalu lintas di kawasan wisata Lembang untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan pada libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, mengatakan fokus utama penanganan berada pada kelancaran arus kendaraan di jalur wisata yang selama ini menjadi titik kepadatan saat musim libur.
“Fokus kita bagaimana wisatawan bisa masuk dan keluar kawasan wisata dengan lancar, termasuk pengaturan parkir dan arus lalu lintas di lokasi wisata,” katanya di Lembang, Selasa.
Menurutnya, kawasan Lembang diproyeksikan tetap menjadi magnet utama wisatawan di Bandung Barat dengan intensitas kunjungan yang meningkat signifikan pada periode libur panjang.
“Saya menekankan kesiapan jalur wisata di Lembang dan sekitarnya agar tidak terjadi kemacetan dan penumpukan pengunjung,” ujarnya.
Berdasarkan pola kunjungan pada momentum libur panjang sebelumnya, kawasan wisata di Bandung Barat seperti Lembang, Cisarua, dan Parongpong biasanya mengalami peningkatan kunjungan sekitar 30–50 persen dibanding hari normal.
Pada kondisi puncak, volume kendaraan di jalur wisata Lembang diperkirakan dapat mencapai 60.000–80.000 kendaraan per hari.
Pemkab Bandung Barat juga memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian untuk mendukung skema pengaturan arus kendaraan di lapangan.
Jeje menyebut kerja sama lintas sektor menjadi kunci untuk mengurai potensi kemacetan di titik-titik wisata utama.
“Sudah kita komunikasikan dengan pihak kepolisian terkait rekayasa lalu lintas dan pengamanan di titik-titik wisata,” katanya.
Selain pengaturan lalu lintas dan parkir, pemerintah daerah juga mengimbau pengelola wisata untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengunjung selama masa libur panjang berlangsung.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.