Sumedang (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggandeng Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk memperkuat sinergi membangun desa melalui program desa binaan.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto mengatakan kolaborasi tersebut menjadi upaya menyatukan dunia pendidikan kedinasan dengan praktik nyata pembangunan desa.

“Kami memohon kepada Pak Rektor (IPDN) beserta jajaran agar dapat memiliki desa binaan yang bisa disinergikan dengan program Kementerian Desa,” katanya di Sumedang, Kamis.

Ia menjelaskan kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari pembekalan bagi para praja IPDN agar memiliki pemahaman langsung mengenai kondisi pembangunan desa sebelum nantinya bertugas di kabupaten maupun kota.

Menurut dia, pendekatan tersebut diharapkan dapat mengelaborasi teori di lingkungan pendidikan dengan kenyataan, karena kerap berbeda dengan realitas yang dihadapi di lapangan, khususnya di desa-desa yang memiliki tantangan pembangunan beragam.

“Di Indonesia terdapat sekitar 75.266 desa, dan nantinya para lulusan ini bertugas di kabupaten maupun kota yang tentu bersentuhan langsung dengan desa-desa tersebut,” katanya.

Ia menegaskan pemerintah menempatkan pembangunan desa sebagai strategi utama pemerataan ekonomi nasional, karena desa menjadi pusat produksi pangan, ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat.

Pihaknya menyebut penguatan ekonomi desa dilakukan melalui 12 program prioritas “Aksi Bangun Desa” yang meliputi revitalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pengembangan desa ekspor, desa wisata, desa tematik, desa energi, desa air, hingga penguatan pemuda pelopor desa.

Selain itu, Kemendes mencatat saat ini terdapat 59 negara yang telah menerima produk-produk desa Indonesia untuk diekspor yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat desa serta membuka lapangan kerja baru.

Sementara itu, Rektor IPDN, Halilul Khairi mengatakan praja tersebut nantinya dipersiapkan menjadi calon birokrat yang memahami langsung kondisi masyarakat desa sebagai denyut nadi pemerintahan dan pembangunan nasional.

“Praja utama ini sebentar lagi lulus dari IPDN, mereka akan menjadi jembatan hidup antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan. Mereka tentunya akan terjun langsung ke masyarakat, salah satunya masyarakat di desa,” katanya.

Ia mengatakan para praja IPDN nantinya diharapkan ikut membantu pemerintah dalam mengawal pembangunan desa, termasuk penggunaan dana desa.

Pembangunan tersebut akan difokuskan untuk penanganan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan, pengembangan desa digital, penguatan layanan kesehatan, padat karya tunai desa, hingga dukungan terhadap koperasi desa.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendes gandeng IPDN perkuat sinergi bangun desa binaan

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026