Sumedang (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menyebutkan kebutuhan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 H meningkat hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Diskanak Kabupaten Sumedang Asep Aan Dahlan di Sumedang, Kamis, mengatakan bahwa kenaikan yang terjadi tersebut masih berada dalam tren kondusif dan terkendali di setiap tahun menjelang Idul Adha.

“Kalau melihat tren peningkatan terakhir tentu ada peluang untuk meningkat. Cuma enggak banyak paling 10 hingga 15 persen masih kondusif dan terkendali,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa jumlah hewan kurban di Sumedang pada tahun 2025 sendiri tercatat berada di kisaran 10.297, dengan rinciannya terdiri dari domba sekitar 7.200 ekor, sapi sekitar 2.500 ekor, 227 domba dan kambing sekitar 370 ekor.

Jika mengacu pada data tahun sebelumnya sebanyak 10.297 ekor maka dengan proyeksi kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen, jumlah hewan kurban di Kabupaten Sumedang pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 11.327 hingga 11.842 ekor.

Meskipun meningkat, pihaknya memastikan bahwa pasokan masih dapat dipenuhi oleh peternak lokal yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban lokal.

Bahkan, ia menyebut bahwa Sumedang juga masih berperan sebagai daerah pemasok ternak ke sejumlah wilayah lain di Jawa Barat.

"Syukur, Sumedang ini masih jadi sentra peternakan sehingga lebih dari 50 persen kebutuhan hewan kurban di Sumedang berasal dari dalam daerah. Bahkan, ada yang sampai mengirim keluar daerah," jelasnya.

Hal tersebut diperkuat oleh Data Diskanak 2025 yang mencatat populasi ternak penopang kurban di Sumedang cukup besar, di antaranya domba sekitar 84.066 ekor, kambing 34.554 ekor, dan sapi potong 27.086 ekor.

Selain itu, terdapat pula sapi perah sekitar 4.204 ekor serta berbagai jenis ternak lain seperti kerbau dan unggas yang turut memperkuat ketersediaan pangan asal hewan di daerah.

Adapun sebaran sentra peternakan di Sumedang berada di beberapa wilayah, seperti sapi potong terkonsentrasi di timur seperti Situraja, Jatigede, hingga Tomo, sementara domba banyak terpusat di Tanjungsari.

Melihat potensi besar di peternakan lokal, Diskanak terus memperketat pengawasan melalui sembilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang melakukan pemeriksaan langsung ke peternak, terutama untuk lalu lintas ternak antar-wilayah.

“Setiap UPT itu ada dokter hewan dan paramedik yang akan datang langsung ke peternakan untuk melakukan mitigasi potensi menular langsung dari hulu,” katanya.

Setiap hewan yang lolos pemeriksaan diberikan kalung sehat serta Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai syarat distribusi antar-wilayah.

Dengan langkah pengawasan tersebut, pihaknya berharap seluruh kebutuhan hewan kurban dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjamin kesehatan ternak dan keamanan pangan bagi masyarakat di Sumedang.

 



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026