Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menargetkan perbaikan sebanyak 466 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di sejumlah desa menjadi rumah layak huni pada 2026 melalui anggaran APBD setempat.

Bupati Cirebon Imron di Cirebon, Rabu, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan RTLH yang jumlahnya masih mencapai 12.146 unit berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Perumahan Kawasan Permukiman (Siperkim).

Menurut dia, perbaikan RTLH terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), hingga kolaborasi lintas lembaga.

“Kami terus berupaya mempercepat penanganan RTLH agar masyarakat bisa tinggal lebih nyaman dan aman,” katanya.

Selain mengandalkan APBD, kata dia, pemerintah daerah memperoleh bantuan program RTLH kawasan kumuh dari Pemprov Jabar sebanyak 15 unit di Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Cirebon.

Sementara itu, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat pada 2026 dialokasikan sebanyak 25 unit yang berada di Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang.

Imron mengatakan pemerintah daerah masih terus mengusulkan tambahan bantuan RTLH kepada pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar, untuk mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni.

“Usulan yang diajukan mencapai sekitar 1.000 unit kepada pemerintah pusat, serta sekitar 2.000 unit kepada Pemprov Jabar,” katanya.

Ia menuturkan pada 2025, pemerintah daerah telah merealisasikan perbaikan sebanyak 437 unit RTLH yang berasal dari tiga sumber pendanaan berbeda.

Lebih lanjut, Imron mengaku sudah meninjau langsung rumah warga kategori RTLH di Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Di desa tersebut, kata dia, terdapat 11 rumah warga yang akan dibangun kembali melalui program Bantuan Bedah Rumah se-Kabupaten Cirebon (BBRS) tahun 2026.

“Karena rumahnya tidak layak huni, maka dibangun dari nol dan mudah-mudahan ini bisa cepat selesai sehingga penerima manfaat dapat tinggal dengan nyaman,” ujar Imron.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026