Sumedang (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sumedang, Jawa Barat, terus memperkuat strategi optimalisasi lahan irigasi sebagai upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas padi daerah.

Kepala DPKP Sumedang, Tono Suhartono, di Sumedang, Selasa, mengatakan bahwa penguatan sistem irigasi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan jaringan irigasi teknis berfungsi dengan baik agar bisa meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas panen secara lebih terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dirinya menyebut langkah tersebut dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi serta penguatan tata kelola air dari hulu hingga hilir untuk mendukung keberlanjutan produksi pangan.

Menurutnya, fungsi jaringan irigasi yang optimal akan berdampak langsung pada peningkatan indeks pertanaman di tingkat petani.

Terlebih, total jaringan irigasi sektor pertanian di Sumedang sendiri memiliki panjang mencapai sekitar 2,1 juta meter yang mengairi lahan sawah kurang lebih 30 ribu hektare dengan klaim lebih dari 70 persen sistem irigasi dalam kondisi baik.

"Upaya peningkatan mutu dilakukan melalui rehabilitasi serta peningkatan fungsi jaringan irigasi, termasuk perbaikan bangunan irigasi dan tata kelola distribusi air yang penting dalam basis peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas," katanya.

Pada kesempatan tersebut, dirinya menyebut penguatan kelembagaan petani juga menjadi perhatian utama sehingga akan didorong untuk lebih aktif dalam operasi serta pemeliharaan jaringan irigasi agar distribusi air berjalan efektif.

“Peran P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) dan GP3A (Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air) sangat penting dalam menjaga keberlangsungan sistem irigasi di lapangan. Dengan kelembagaan yang kuat, pengelolaan air bisa lebih tertib dan efisien,” katanya.

Dari sisi sebaran wilayah, Sumedang sendiri memiliki sejumlah kawasan irigasi teknis yang berpotensi meningkatkan indeks pertanaman 2–3 atau jumlah berapa kali masa tanam per tahun.

Sejumlah kawasan tersebut, antara lain Sumedang Selatan dengan luas lahan dengan IP 3 mencapai 3.896,22 hektare, Cimalaka dengan terdapat IP 2 seluas 130 hektare dan IP 3 seluas 2.319,66 hektare, serta di Tanjungmedar dengan kawasan IP 2 mencapai 298,96 hektare dan IP 3 seluas 3.280,50 hektare.

Tidak hanya itu, kawasan utara Sumedang juga memiliki kawasan indeks pertanaman 2 hingga 3 per tahun, seperti Conggeang memiliki kawasan IP 2 tercatat seluas 816 hektare dan IP 3 seluas 3.771 hektare, Buahdua memiliki IP 2 mencapai 939,78 hektare dan IP 3 seluas 4.917,39 hektare, serta di Ujungjaya kawasan IP 2 tercatat seluas 1.464 hektare.

Dengan penguatan infrastruktur dan kelembagaan petani, DPKP Sumedang optimistis peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas dapat terus didorong secara berkelanjutan sehingga dapat menyumbang hasil panen dengan jumlah yang optimal.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026