Bandung (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengerahkan 66 petugas tenaga medik dan paramedik untuk mengawasi kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha tahun 1447 Hijriah.
Kepala Distan Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk pemeriksaan tersebut.
“Kami menurunkan 66 tenaga medik dan paramedik untuk mengawasi kesehatan hewan kurban yang ada di Kabupaten Bandung. Kemudian juga kita tidak hanya sendiri, ternyata teman-teman dari PDHI dan Unpad juga membantu,” katanya di Bandung, Senin.
Dirinya menyebut penerjunan petugas dilakukan guna mengantisipasi penyakit hewan menular, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan zoonosis, yang berpotensi terbawa dari lalu lintas ternak menjelang Idul Adha.
Ia menjelaskan bahwa puluhan tenaga medik dan paramedik yang dikerahkan tersebut nantinya diterjunkan ke sekitar 547 titik penjualan hewan kurban untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara langsung.
“Tahun lalu ada sekitar 547 lapak dan peternak yang dilakukan pengecekan kesehatan hewan dan petugas tersebut nanti dikerahkan ke lokasi yang kemungkinan tahun ini sama jumlahnya,” katanya.
Untuk memudahkan masyarakat memilih hewan kurban yang sehat, pihaknya juga menyiapkan ribuan stiker dan label tanda sehat yang dipasang pada hewan maupun lapak yang telah diperiksa petugas.
Label sehat tersebut dipasang pada tambang hewan kurban sebagai penanda bahwa ternak telah diperiksa tenaga medik dan paramedik serta dinyatakan sehat dan layak dikurbankan.
“Kalau misalnya hewan itu sehat, nanti akan kita beri tanda berupa label sehat yang dipasang pada tambangnya. Itu menjadi penanda bahwa hewan tersebut sudah diperiksa petugas dan dinyatakan layak untuk dijadikan hewan kurban,” katanya.
Petugas juga menempelkan stiker di lapak penjualan yang memuat informasi jumlah hewan sehat, jumlah hewan sakit, waktu pemeriksaan, hingga nama dokter hewan yang melakukan pemeriksaan.
Sementara itu, pihaknya juga memprediksi adanya kenaikan jumlah hewan kurban sekitar 10–15 persen sehingga jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun ini sehingga diperkirakan naik dari sekitar 27.153 ekor di tahun lalu menjadi kisaran sekitar 29.868 hingga 31.231 ekor tahun ini
“Kalau lihat dari tren tahun-tahun sebelumnya, kami prediksi memang akan terjadi kenaikan kurban sekitar 10 sampai 15 persen tahun ini,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengatakan hasil pemeriksaan tahun sebelumnya menunjukkan lebih dari 95 persen hewan kurban yang dijual di Kabupaten Bandung berada dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan.
Pihaknya berharap kegiatan pengecekan dan pendataan di berbagai titik lapak penjualan dapat berjalan dengan optimal serta memastikan seluruh hewan kurban yang beredar telah memenuhi syarat kesehatan dan kelayakan.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.