Kuningan (ANTARA) - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memastikan korban dugaan pengeroyokan di wilayah Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat mendapatkan pendampingan serta penanganan kesehatan.

“Pemerintah daerah hadir untuk memastikan korban mendapatkan perhatian dan pendampingan yang diperlukan,” kata Dian dalam keterangannya di Kuningan, Selasa.

Ia mengatakan penanganan terhadap korban dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan maupun proses hukum, agar korban dan keluarga merasa aman.

Pihaknya mendata korban berinisial FNH (15), diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang saat terjadi konvoi yang diduga melibatkan oknum pendukung tim sepak bola pada Minggu (10/5).

Berdasarkan keterangan keluarga, kata Dian, korban mengalami luka di bagian tangan, punggung, dan kepala akibat dugaan pengeroyokan tersebut.

“Korban menuturkan saat kejadian dirinya tengah diminta orang tuanya membeli bensin di kawasan SPBU Cilimus sekaligus membeli sayuran,” katanya.

Namun di tengah perjalanan, lanjut dia, korban diduga ditendang oleh sekelompok orang yang melintas dalam rombongan konvoi, kemudian dipukuli menggunakan helm hingga sepeda motor miliknya mengalami kerusakan.

Ia menyampaikan warga sekitar, langsung memberikan pertolongan sehingga korban tidak mengalami luka serius.

Pihak keluarga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuningan, dengan penanganan perkara dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Dian meminta aparat penegak hukum segera menuntaskan penanganan kasus tersebut, agar memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Jangan sampai ada korban lagi. Ketertiban dan keamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap menjunjung sportivitas dalam mendukung klub sepak bola dan tidak melakukan tindakan yang berujung kekerasan.

“Sepak bola seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan anarkis,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Linggajati Kuningan Eva Maya mengatakan pihaknya turut melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap kondisi korban di rumahnya untuk memastikan kesehatan korban tetap terpantau pascakejadian.

“Dari hasil pemeriksaan, kondisi korban dalam keadaan stabil dan tetap kami pantau untuk memastikan proses pemulihannya berjalan baik,” kata Eva.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026