Cirebon (ANTARA) - Bupati Cirebon Imron menginstruksikan seluruh kantor satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggunakan arsitektur gapura candi bentar khas daerah guna memperkuat identitas budaya lokal.
Imron di Cirebon, Senin, mengatakan instruksi tersebut diberikan agar setiap pembangunan fasilitas pemerintahan tetap menampilkan nuansa budaya khas Cirebon.
“Saya sudah menyampaikan kepada jajaran agar setiap pembangunan kantor pemerintahan memiliki nuansa dan identitas khas Cirebon,” katanya.
Menurut dia, penerapan arsitektur tradisional pada bangunan pemerintahan menjadi bagian dari upaya menjaga identitas daerah di tengah perkembangan pembangunan modern.
Ia menuturkan desain gapura candi bentar tidak hanya berfungsi mempercantik tampilan bangunan, namun menjadi simbol budaya dan sejarah yang perlu terus dilestarikan.
“Terdapat nilai budaya dan sejarah yang ingin terus kita hadirkan dalam wajah pemerintahan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Ia menyampaikan konsep arsitektur khas daerah tersebut, saat ini sudah diterapkan di sejumlah kantor SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Selain itu, kata dia, sejumlah instansi vertikal di Kabupaten Cirebon turut mengadopsi desain serupa sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.
Imron mengatakan pemerintah daerah juga berencana melakukan penataan ulang kawasan depan kompleks perkantoran Pemkab Cirebon, agar lebih mencerminkan identitas budaya daerah.
Penataan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya menciptakan kawasan perkantoran pemerintahan yang representatif sekaligus memiliki ciri khas yang membedakan Cirebon dengan daerah lain.
“Ke depan kawasan depan kantor bupati akan ditata ulang dengan konsep bernuansa budaya Cirebon,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan pembangunan dan penggantian gapura di sejumlah lokasi akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Penerapan arsitektur khas Cirebon pada bangunan pemerintahan dapat memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya dan sejarah lokal,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.