Cianjur (ANTARA) - Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan kondisi hewan ternak untuk kurban yang masuk ke wilayah Cianjur dalam keadaan sehat dan aman dari penyakit menular termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKHP Cianjur Ade Dadang Kusmayadi di Cianjur, Senin, mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus penyakit pada hewan kurban yang masuk maupun diperdagangkan di Cianjur.

Pengawasan terhadap ternak dilakukan sejak awal April melalui pemeriksaan intensif yang melibatkan petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di sejumlah wilayah mulai dari utara hingga selatan Cianjur ke peternakan atau kelompok peternak.

“Petugas kesehatan rutin melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak milik perusahaan atau kelompok peternak sejak awal bulan lalu, dan digencarkan sejak satu pekan terakhir hingga akhir bulan Mei termasuk memberikan vaksin ketika dibutuhkan," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya hewan ternak yang terpapar penyakit, sehingga pengawasan difokuskan pada ternak yang didatangkan dari luar daerah seperti Lampung dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dimana setiap hewan ternak yang datang langsung menjalani pemeriksaan kesehatan serta vaksinasi PMK guna mencegah penyebaran penyakit serta pemilik diminta melakukan karantina secara terpisah selama beberapa hari.

Berbagai langkah antisipasi dilakukan agar kasus wabah PMK yang sempat terjadi pada tahun 2022 tidak kembali terulang termasuk di Cianjur, sehingga setiap peternakan atau kelompok ternak yang menambah stok dari luar kota diminta melapor ke petugas.

"Kami melakukan pemeriksaan di jalur distribusi hewan ternak dari luar, serta melakukan pengawasan terhadap penampungan hewan berskala besar yang menjadi pusat keluar masuk ternak menjelang hari raya kurban," katanya.

Saat ini, ungkap dia, kesadaran para pedagang hewan kurban terhadap kesehatan ternak mulai meningkat, mereka lebih kooperatif dalam mengikuti pemeriksaan dan vaksinasi karena tidak ingin menjual hewan yang sakit ataupun cacat untuk kurban.

Sehingga pihaknya membuka layanan pemeriksaan kesehatan hewan kurban bagi peternakan dan pedagang yang ingin memastikan kondisi kesehatan ternak-nya tetap sehat dan layak jual di tiga titik Puskeswan yang ada di Cianjur.

"Peternak atau pedagang dapat memastikan kesehatan hewan ternak-nya dengan meminta pelayanan dari petugas di Puskeswan Cipanas, Sukanagara, dan Sindangbarang, dimana di masing-masing Puskeswan sudah lengkap dengan tenaga paramedis kesehatan hewan," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026