Cimahi (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat, menyiapkan sekitar 21.026 bangku guna memenuhi kebutuhan daya tampung pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di wilayah tersebut.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menjelaskan daya tampung tersebut meliputi jenjang sekolah dasar (SD) mencapai 9.742 siswa dan sekolah menengah pertama (SMP) 11.284 siswa.
“Daya tampung untuk sekolah dasar mencapai 9.742 siswa. Adapun dari jenjang SMP dan sederajat, daya tampungnya mencapai 11.284 siswa,” katanya dalam keterangan di Cimahi, Senin.
Dia mengatakan daya tampung untuk jenjang SMP dan sederajat juga diprediksi berada di atas angka kebutuhan kuota calon murid baru di wilayah itu.
Ia menyebut daya tampung yang tersedia di jenjang SMP mencapai 11.284 siswa dengan estimasi calon murid baru di wilayah itu 10.523 siswa.
“Dan diperkirakan calon murid baru baik dari dalam kota maupun luar kota mencapai 9.740 siswa SD dan estimasi calon murid baru SMP dari dalam dan luar kota sebanyak 10.523 siswa,” ujarnya.
Dia mengharapkan daya tampung jenjang SD maupun SMP yang masih mencukupi tersebut, dapat mengurangi angka putus sekolah di wilayah tersebut.
“Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi setiap anak untuk mendapatkan haknya dalam menuntaskan pendidikan, terutama di jenjang sekolah dasar dan menengah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa SPMB disiapkan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon peserta didik dengan melalui empat jalur, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
“Keempat skema ini disusun sedemikian rupa untuk menyediakan pintu masuk yang seluas-luasnya bagi setiap anak di seluruh penjuru Kota Cimahi guna mengenyam pendidikan yang layak,” katanya.
Ia memberikan opsi kepada masyarakat agar dapat menyekolahkan anak di sekolah swasta apabila tidak tertampung di sekolah negeri, dengan dukungan bantuan pendidikan bagi warga kurang mampu yang terdata pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.