Sumedang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait mitigasi demam berdarah dengue (DBD) guna mengantisipasi potensi peningkatan kasus menjelang musim kemarau.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang Surdi Surdiana mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran DBD terutama saat masa transisi musim hujan ke kemarau.
"Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kita akan menghadapi El Nino yang memicu kemarau panjang. Karena itu, Pemkab saat ini bersiap mengantisipasi peningkatan beberapa penyakit, terutama DBD saat masa transisi,” katanya.
Menurut dia, kondisi rawan kekeringan di wilayah Sumedang memicu kebiasaan masyarakat menyimpan air dalam waktu lama saat kemarau, sehingga meningkatkan potensi berkembang biak nyamuk aedes aegypti.
Ia mengatakan Dinas Kesehatan bersama puskesmas di berbagai wilayah telah diminta melakukan langkah antisipasi guna menekan risiko peningkatan kasus DBD selama musim kemarau.
Surdi mengimbau masyarakat terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, menjaga kebersihan diri, serta memperhatikan kondisi kesehatan tubuh.
“Perilaku hidup bersih dan sehat harus terus dibiasakan. Kita sudah belajar banyak saat COVID-19, dan ini saatnya mengingat kembali kebiasaan baik tersebut,” katanya.
Sebagai catatan, sepanjang 2025 tercatat sebanyak 1.446 kasus DBD di Kabupaten Sumedang dengan lima kasus kematian.
Kasus meninggal dunia masing-masing terjadi di wilayah Puskesmas Cisempur sebanyak dua orang, Puskesmas Ujungjaya dua orang, dan Puskesmas Darmaraja satu orang.
Adapun wilayah dengan jumlah kasus tertinggi yakni Puskesmas Jatinangor sebanyak 131 kasus, Puskesmas Ujungjaya 121 kasus, Puskesmas Tanjungsari 112 kasus, Puskesmas Cisempur 101 kasus, serta Puskesmas Cimalaka 89 kasus.
Berdasarkan hasil analisis Dinkes Sumedang, lonjakan kasus DBD tertinggi pada 2025 terjadi pada Januari dengan total mencapai 209 kasus.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.