Kuningan (ANTARA) - Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menyebut program literasi keuangan sangat penting untuk mencegah kasus perceraian di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terutama yang dipicu jeratan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol).
Dian saat memberikan keterangan di Kuningan, Rabu, mengatakan rendahnya pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi rumah tangga, khususnya pada pasangan usia muda.
Menurut dia, fenomena tersebut banyak ditemukan di wilayah Kuningan Timur yang dilaporkan memiliki kasus perceraian cukup tinggi akibat tekanan ekonomi dan utang dari pinjol.
Adapun data dari Kantor Pengadilan Agama Kuningan, tercatat ada 1.625 kasus perceraian di daerah tersebut selama Januari hingga September 2025.
Ia mengungkapkan selain faktor ekonomi, pernikahan usia dini juga turut memengaruhi ketahanan rumah tangga karena pasangan belum memiliki kesiapan yang matang.
“Masih ada yang menikah di usia sangat muda tanpa kesiapan mental, spiritual, maupun finansial, sehingga rentan terjadi konflik,” katanya.
Dian menjelaskan kondisi tersebut kerap berujung pada perceraian, ketika pasangan tidak mampu mengelola masalah ekonomi dengan baik.
Ia menilai literasi keuangan menjadi kunci agar masyarakat dapat memahami risiko utang, termasuk dari pinjol yang menawarkan kemudahan akses.
"Untuk itu, pemerintah daerah mendorong edukasi kepada masyarakat melalui program pra-pernikahan dan konseling keluarga," katanya.
Ia menuturkan pula edukasi tersebut melibatkan aparat desa agar pemahaman terkait perencanaan rumah tangga, dapat menjangkau hingga tingkat bawah.
Pada sisi lain, Dian menyoroti peran perbankan daerah seperti Bank Kuningan agar dapat memberikan akses layanan yang lebih mudah dan terjangkau.
Ia mengemukakan kemudahan menjadi faktor utama masyarakat memilih pinjol, dibandingkan lembaga keuangan formal untuk mengakses layanan pembiayaan.
Ia menegaskan Bank Kuningan tidak hanya berorientasi pada pendapatan asli daerah, namun harus berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan yang aman.
“Ini menjadi tantangan bagi perbankan untuk menghadirkan layanan yang cepat dan mudah agar masyarakat tidak beralih ke pinjol,” ujarnya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026