Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyiagakan petugas dan relawan di lokasi longsor Desa Situhiang, Kecamatan Pagelaran guna pengawasan dan penanganan cepat ketika terjadi longsor susulan mengancam puluhan rumah warga.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Kamis, mengatakan longsor yang melanda perkampungan Desa Situhiang sempat meluas sehingga enam kepala keluarga dengan 11 jiwa terpaksa diungsikan sebagai upaya antisipasi karena cuaca ekstrem masih terjadi.

Data terbaru lebih dari 30 rumah terancam akibat tanah tebing yang longsor terjadi pergeseran, terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas lebih dari dua jam yang dapat memicu longsor susulan.

"Kami siagakan petugas dan Relawan Tangguh Bencana di lokasi, guna melakukan pengawasan hingga proses evakuasi warga ketika longsor kembali terjadi, laporan terbaru lebih dari 30 rumah warga terancam dan enam kepala keluarga mengungsi," katanya.

Pihaknya berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa, guna melakukan penanganan sementara agar tanah tebing yang labil tidak kembali longsor dan dapat menimbun perkampungan di bawahnya, dengan memasang pagar bambu bersama warga.

Seiring dengan curah hujan yang masih tinggi terutama saat petang atau malam hari, pihaknya meminta warga segera mengungsi untuk sementara ke tempat aman ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana alam.

Selain itu, petugas dan relawan yang disiagakan segera melakukan tindakan cepat dengan mengevakuasi warga guna menghindari hal yang tidak diinginkan ketika melihat tanda alam akan terjadi longsor susulan.

"Kami berharap tidak ada longsor susulan, namun berbagai langkah antisipasi dilakukan, termasuk mengevakuasi warga ke tempat yang dinilai aman, terutama ketika hujan lebat kembali turun pada petang atau malam hari," katanya.

Saat ini, kata dia, enam kepala keluarga masih mengungsi ke rumah saudaranya karena tebing yang longsor mengalami pergeseran semakin mendekati perkampungan,.

Pihaknya telah mendistribusikan bantuan bagi warga yang mengungsi.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026