Cianjur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendapat bantuan pembangunan kawasan pelabuhan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kelautan Provinsi Jabar yang dipusatkan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun pada pertengahan tahun 2026. 

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Rabu, mengatakan pihaknya bersama Kepala Dinas Kelautan Provinsi Jabar sempat melakukan audiensi dengan masyarakat nelayan saat mensosialisasikan kegiatan tersebut serta menerima masukan dari berbagai kalangan.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk koordinasi sekaligus penyampaian informasi pada masyarakat mengenai rencana pembangunan kawasan pelabuhan yang direncanakan dimulai pada pertengahan tahun 2026. 

"Audiensi menjadi wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat guna memastikan proses pembangunan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari seluruh pihak," katanya.

Pihaknya berharap melalui audiensi proses pembangunan Kawasan Pelabuhan Jayanti dapat berjalan lancar tanpa hambatan, pembangunan sektor kelautan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jayanti khususnya serta masyarakat Cianjur pada umumnya.

Salah satu target pembangunan, ungkap dia, kolam labuh yang dapat menampung sekitar 1.500 perahu, dimana selama ini banyak keluhan nelayan saat cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi membuat banyak perahu nelayan yang rusak.

Pasalnya nelayan terpaksa menambatkan perahu di pinggir pantai karana daya tampung kolam labuh yang ada hanya cukup untuk 250 perahu, sehingga resiko perahu rusak dan terbawa gelombang kerap terjadi terutama saat cuaca ekstrem.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan sektor kelautan melalui sinergi dengan pemerintah provinsi dan masyarakat setempat, kami berharap Kawasan Pelabuhan Jayanti dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperkuat sektor perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.  

Camat Cidaun Gagan Rusganda, mengatakan penataan pantai selatan Cianjur menjadi harapan besar sekitar 3.150 nelayan di Pantai Jayanti terutama perluasan kolam labuh yang selama ini hanya bisa menampung ratusan perahu, sedangkan total perahu yang ada sekitar 1.250 unit.    

"Sebagian besar perahu nelayan ditambatkan di pinggir pantai yang kerap terjadi gelombang tinggi, sehingga tidak sedikit perahu yang rusak atau terbawa arus setiap bulan-nya terutama saat gelombang tinggi," katanya.

Seiring perluasan kolam labuh yang rencananya akan dimulai pertengahan tahun 2026 oleh Pemprov Jabar, dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi nelayan saat menambatkan perahunya tanpa khawatir terbawa gelombang.
 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026