Cirebon (ANTARA) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Jawa Barat, menyebut penyaluran kredit dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) selama triwulan I-2026 mencapai Rp2,16 triliun.
“Capaian tersebut 7,55 persen sejak awal tahun (year to date/ytd) dan 0,23 persen secara bulanan (month to month/mtm),” kata Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib di Cirebon, Rabu.
Ia menyampaikan secara sektoral, kredit BPR didominasi sektor bukan lapangan usaha lainnya sebesar Rp871,75 miliar, diikuti perdagangan besar dan eceran Rp747,65 miliar.
Selanjutnya sektor rumah tangga sebesar Rp174,39 miliar, jasa kemasyarakatan Rp76,9 miliar, serta pertanian, perburuan dan kehutanan Rp76,55 miliar.
Ia mengatakan pertumbuhan kredit tersebut diiringi dengan penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 2,15 persen (yoy), serta mencerminkan pengelolaan risiko BPR yang semakin baik di tengah dinamika ekonomi daerah.
Selain kredit, kata Agus, aset BPR di Ciayumajakuning tercatat mencapai Rp2,96 triliun atau tumbuh 7,02 persen (yoy) dengan Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp2,24 triliun atau naik 0,98 persen (yoy).
“Untuk permodalan BPR tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 21,74 persen per Maret 2026,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan OJK terus mendorong penguatan BPR di Ciayumajakuning melalui penerapan strategi anti-fraud dan konsolidasi sesuai ketentuan.
Selain itu, OJK Cirebon bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) juga mengintensifkan edukasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya keuangan syariah di masyarakat.
Ia menyampaikan khusus untuk kinerja pembiayaan bank umum syariah di Ciayumajakuning, tercatat sebesar Rp7,78 triliun pada triwulan pertama tahun ini.
Sedangkan, kata dia, penyaluran kredit kantor cabang bank umum di wilayah OJK Cirebon mencapai Rp48,19 triliun.
“Secara umum pertumbuhan kredit, peningkatan aset perbankan, akses layanan keuangan bagi masyarakat saat ini semakin membaik,” tuturnya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026