Majalengka (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengapresiasi kebijakan stikerisasi bantuan sosial (bansos) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, Jawa Barat, untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran.
Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya konkret pemerintah daerah, dalam mempercepat penurunan kemiskinan melalui perbaikan akurasi data penerima manfaat.
“Saya harus mengapresiasi Pak Bupati, sekaligus upaya beliau dalam mempercepat penurunan kemiskinan lewat usaha agar bansos tepat sasaran,” kata Mensos di Majalengka, Jumat.
Menurut dia, penempelan stiker pada rumah penerima bansos menjadi bentuk transparansi sekaligus kontrol sosial di masyarakat.
Melalui kebijakan itu, kata dia, warga yang tidak lagi memenuhi syarat didorong untuk secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan.
“Ini menjadi kerja nyata di mana masyarakat menyadari, bagi mereka yang tidak memenuhi syarat, untuk tidak lagi bersedia menerima bansos,” ujarnya.
Selain meningkatkan transparansi, lanjut Mensos, stikerisasi juga berfungsi sebagai bagian dari pemutakhiran data penerima bansos.
Ia menyebut Pemkab Majalengka telah lebih dahulu mengambil langkah progresif, dalam pembenahan data sosial.
“Beliau (Bupati) sudah lebih dulu melangkah dengan mengerahkan ASN untuk stikerisasi, itu sekaligus pemutakhiran data,” katanya.
Ia menegaskan kunjungannya ke Majalengka juga, bertujuan untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.
Koordinasi tersebut, kata Mensos, dilakukan guna menguatkan tekad dan menyatukan langkah, dalam menindaklanjuti program strategis dari Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Mensos.
Ia menilai kebijakan yang dijalankan bersama pemerintah pusat tersebut, memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Tentu kami atas nama masyarakat Majalengka menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” kata Eman.
Sedangkan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Majalengka mendata jumlah penerima bansos di daerah itu mencapai ratusan ribu orang.
Rinciannya penerima Program Keluarga Harapan (PKH) 52.991 orang, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 123.036 orang, Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) 213.047 orang, serta Bantuan Pangan (Bapang) 135.130 orang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mensos apresiasi kebijakan stikerisasi bansos di Majalengka
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.