Bandung (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat melakukan pemantauan langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di sejumlah kampus di Jawa Barat guna memastikan ujian berlangsung jujur dan adil.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pengawasan ini dilakukan untuk menjamin keamanan peserta sekaligus mengantisipasi praktik perjokian.
"Menjamin pelaksanaan UTBK berjalan jujur dan adil, menindak tegas pelaku perjokian dan memberikan kepastian hukum," kata Hendra di Bandung, Rabu.
Menurut Hendra, pemantauan tidak hanya menyasar peserta, tetapi juga pihak lain yang terlibat seperti joki, calo, hingga admin yang membantu praktik kecurangan.
Ia menjelaskan, panitia telah melakukan deteksi awal melalui verifikasi identitas, seperti KTP, kartu peserta, hingga pencocokan biometrik dan pengawasan CCTV.
Jika ditemukan dugaan pelanggaran, petugas akan langsung mengamankan peserta, menghentikan ujian, dan melakukan pemeriksaan awal.
Hendra menambahkan, dasar hukum penindakan mengacu pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), termasuk pasal terkait pemalsuan dan penipuan, serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) apabila melibatkan manipulasi sistem.
"Dasar hukum, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 263, 378, 55, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik jika terkait manipulasi sistem, ketentuan dari SNPMB dan peraturan internal perguruan tinggi atau lokasi UTBK," katanya.
Hendra memastikan Polda Jabar pengawasan akan terus dilakukan selama pelaksanaan UTBK guna menjaga integritas proses seleksi nasional tersebut.
"Alur koordinasi, panitia UTBK, melapor ke aparat atau polisi. Koordinasi dengan SNPMB, jika lintas wilayah koordinasi antar satuan. Proses hukum, membuat laporan polisi," ujar dia.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026