Sumedang (ANTARA) - Universitas Padjadjaran (Unpad) menjalin kolaborasi dengan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) untuk mengembangkan pusat ubi jalar sebagai upaya mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita di Sumedang, Jawa Barat, Rabu, menyampaikan kampusnya saat ini tengah mengembangkan pusat ubi jalar yang diharapkan menjadi pusat riset dan pembibitan untuk kebutuhan nasional.

“Kami mengembangkan pusat ubi jalar di Unpad yang harapannya dapat menjadi center pengembangan, tidak hanya untuk lokal tetapi juga nasional,” katanya.

Ia menjelaskan pengembangan tersebut difokuskan pada riset bibit unggul yang selanjutnya dapat didistribusikan ke masyarakat, khususnya di kawasan transmigrasi.

“Ke depan pembibitan ini akan dikembangkan dan ditanam oleh masyarakat di lahan transmigrasi, sehingga memberikan nilai tambah,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo terkait penguatan ketahanan pangan dan swasembada pangan.

Menurut dia, program transmigrasi memiliki potensi berupa ketersediaan lahan dan tenaga kerja yang dapat dioptimalkan melalui dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi.

“Kami mempertemukan kekuatan lahan dan SDM transmigrasi dengan teknologi dari kampus,” katanya.

Selain itu pemerintah juga mendorong keterlibatan dunia usaha dalam penyediaan permodalan serta memastikan adanya pasar atau offtaker bagi hasil produksi.

Ia menambahkan pengembangan komoditas ubi jalar juga perlu disertai perhitungan model bisnis, termasuk kebutuhan investasi dan rantai logistik.

“Dengan kolaborasi ini diharapkan pengembangan ubi jalar dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional,” kata Mentrans.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unpad-Kementrans kembangkan ubi dukung swasembada & ketahanan pangan

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026