Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan bencana banjir yang melanda perkotaan Garut akibat luapan saluran air di permukiman warga dan sungai, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu pada Kamis (16/4) malam.
"Banjir tersebut mengakibatkan genangan air yang merendam rumah warga serta meluap hingga ke badan jalan, sehingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Garut Abud Abdullah di Garut, Jumat.
Ia menuturkan hujan yang mengguyur wilayah Garut menyebabkan banjir di wilayah Kampung Sumbersari, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, kemudian di Kampung Campaka, Desa Lebakjaya, dan Kampung Balong, Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan.
Kejadian tersebut, kata dia, seperti di Kecamatan Karangpawitan dipicu hujan yang berlangsung cukup lama, sehingga menyebabkan peningkatan debit air di saluran sekitar permukiman warga dan mengakibatkan luapan air ke area pemukiman.
Sedangkan di wilayah Garut Kota, lanjut dia, dampak hujan deras itu menyebabkan debit air di Sungai Cilampeang dan Sungai Ciwalen meningkat sehingga mengakibatkan luapan air ke area pemukiman warga.
"Kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama, sehingga menyebabkan peningkatan debit air di Sungai Cilampeang, dan Sungai Ciwalen sehingga mengakibatkan luapan air," katanya.
Ia menyampaikan banjir tersebut hanya menggenangi pemukiman rumah warga dan tidak menimbulkan korban jiwa. Sebagian titik, lanjut dia, ada yang sudah cepat berangsur surut.
Sedangkan di wilayah Garut Kota, kata dia, tercatat kurang lebih 88 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 203 jiwa terdampak, dan genangan air tersebut mengganggu aktivitas warga.
"Kondisi di lokasi dilaporkan sudah berangsur kondusif, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila hujan kembali turun," katanya.
Ia menyampaikan saat ini jajarannya berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi persoalan banjir di daerah itu agar tidak terulang kembali ketika turun hujan.
BPBD Garut, kata dia, juga melakukan langkah mitigasi bencana dengan mengedukasi masyarakat di daerah rawan bencana, kemudian melakukan penanaman pohon untuk meningkatkan resapan air.
"Kami juga melakukan berbagai upaya, mulai dari sosialisasi, edukasi maupun berbagai langkah upaya mitigasi seperti bersama-sama dengan instansi terkait," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026