Cianjur (ANTARA) - Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Cianjur tahun 2026 segera berjalan setelah Pemkab Cianjur mengalokasikan anggaran sebesar Rp321 miliar.
Ketua Komisi III DPRD Cianjur Igun Hendra Gunawan di Cianjur, Rabu, mengatakan pihaknya mendorong Pemkab Cianjur mengalokasikan anggaran lebih banyak untuk perbaikan jalan mulai dari utara hingga selatan guna percepatan pembangunan.
Pemkab Cianjur ungkap dia, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp321 miliar untuk perbaikan infrastruktur di dua dinas dengan rincian Dinas PUTR sebesar Rp 258 miliar dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) sebesar Rp63 miliar.
Termasuk di dalamnya perbaikan ruas Jalan Sirnagalih-Panyindangan di Kecamatan Cibinong yang sempat viral karena seorang ibu hamil terpaksa melanjutkan perjalanan ke rumah sakit dengan cara ditandu karena ambulan tidak dapat melintas.
"Sebelum viral saya sempat mendatangi lokasi jalan yang kondisinya sulit dilalui kendaraan, sehingga jalan kabupaten yang rusak tersebut segera diperbaiki tahun ini dengan anggaran dari APBD Cianjur 2026 sebesar Rp2,7 miliar," katanya.
Dia menjelaskan berdasarkan data panjang jalan kabupaten Cianjur sekitar 1.335 kilometer, dimana 77,5 persen kondisi jalan sudah mantap, bahkan Bupati Cianjur menargetkan perbaikan dan pembangunan jalan kabupaten mantap 100 persen di akhir periode.
Sehingga pihaknya akan terus mendorong pemerintah daerah memenuhi janjinya memperbaiki jalan mantap di Cianjur hingga tahun 2030 agar pembangunan di seluruh wilayah merata termasuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Sementara akibat jalan rusak di wilayah selatan Cianjur tepatnya di Kecamatan Cibinong, membuat seorang ibu yang hendak melahirkan di rumah sakit terpaksa melanjutkan perjalanan dengan cara ditandu karena ambulan yang membawanya tidak dapat melintas karena jalan rusak.
Aksi sejumlah warga yang menandu seorang ibu akan melahirkan tersebut sempat direkam kamera handphone warga, dan viral di sejumlah media sosial, dimana hal tersebut terjadi pada Rabu 8 April.
Hal tersebut ungkap sejumlah warga sudah sering terjadi karena saat hujan deras landasan jalan berlumpur dan sulit dilalui kendaraan, sejak beberapa puluh tahun terakhir jalan rusak belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026