Majalengka (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, mencatat sebanyak 323 sekolah di daerah tersebut memerlukan revitalisasi berdasarkan hasil pemetaan kondisi bangunan dan sarana pendidikan.

Kepala Disdik Kabupaten Majalengka Muhamad Umar Ma’ruf di Majalengka, Rabu, mengatakan ratusan sekolah tersebut telah diusulkan untuk mendapatkan program perbaikan dari pemerintah pusat.

“Sebanyak 323 sekolah di Kabupaten Majalengka telah diusulkan kepada kementerian terkait untuk mendapatkan program revitalisasi,” katanya.

Ia menjelaskan, data tersebut merupakan hasil pemetaan menyeluruh terhadap kondisi fisik sekolah, yang membutuhkan penanganan.

Umar menyebutkan rincian usulan itu meliputi 39 satuan PAUD, 221 sekolah dasar (SD), dan 63 sekolah menengah pertama (SMP).

Menurut dia, pendataan dilakukan secara kolektif agar penanganan tidak bersifat parsial, melainkan menyasar seluruh sekolah dengan kondisi serupa.

“Seluruh sekolah dengan kondisi serupa sudah kami mapping dan kami usulkan secara kolektif agar mendapatkan penanganan yang layak,” ujarnya.

Selain mengusulkan ke pemerintah pusat, kata dia, Pemkab Majalengka juga melakukan langkah percepatan melalui pembiayaan daerah.

Ia mengemukakan, pada tahun ini sebanyak 22 sekolah telah dialokasikan untuk direvitalisasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Majalengka.

“Dari jumlah tersebut, 17 bangunan merupakan SD dan lima lainnya SMP yang menjadi prioritas perbaikan,” ujarnya.

Umar pun menegaskan terdapat batasan sesuai regulasi nasional, terkait penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Ia menyebutkan dana BOS hanya dapat digunakan maksimal 20 persen, untuk pemeliharaan sarana prasarana sehingga tidak mencukupi untuk renovasi berat.

“Masyarakat perlu memahami bahwa dana BOS diprioritaskan untuk operasional belajar mengajar,” katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026