Bandung (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat mengatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar pada 2025 yang naik signifikan menjadi 75,9 poin atau melampaui target 74,39 poin menunjukkan tren positif kualitas hidup masyarakat setempat.
Kepala Bappeda Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, Selasa, mengungkapkan capaian ini didongkrak oleh perbaikan masif seluruh dimensi penyusun, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga standar hidup layak yang terus membaik.
"Peningkatan IPM 2025 didukung oleh perbaikan pada seluruh dimensi penyusunnya. Kami juga terus berupaya meningkatkan pengeluaran per kapita melalui peningkatan konsumsi masyarakat dengan upaya peningkatan pendapatan," katanya.
Sektor pendidikan, katanya, menjadi motor utama meningkatnya Harapan Lama Sekolah (HLS) menjadi 13,02 tahun serta Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) yang menyentuh angka 9,46 tahun.
Keberhasilan ini, tidak lepas dari guyuran subsidi pendidikan melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) dan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang menjangkau jutaan siswa SMA, SMK, hingga SLB di Jabar.
Intervensi afirmatif juga dilakukan lewat Beasiswa Personal Pancawaluya bagi ribuan siswa berasal dari keluarga kurang mampu guna menekan angka putus sekolah.
Dari sisi infrastruktur, Pemprov Jabar telah merealisasikan 11 Unit Sekolah Baru (USB), 722 ruang kelas baru, serta rehabilitasi ratusan ruang kelas untuk menjamin kelayakan sarana belajar.
"Sinergi kebijakan pembiayaan pendidikan dan pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah sebagai komponen utama pembentuk IPM 2025," ujar Dedi.
Pada dimensi kesehatan, angka kematian balita berhasil ditekan hingga 6,67 per 1.000 kelahiran hidup.
Dampaknya, Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Jawa Barat kini meningkat menjadi 75,53 tahun, yang mencerminkan adanya perbaikan layanan kesehatan primer yang kian merata.
Ke depan, Pemprov Jabar berkomitmen memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan antara kabupaten dan kota melalui digitalisasi pembelajaran serta penguatan layanan kesehatan preventif demi memastikan tren kenaikan IPM terus berlanjut di masa mendatang.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026