Kota Bandung (ANTARA) - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmennya untuk menjaga mutu pelayanan kesehatan dengan tidak memberi toleransi terhadap kelalaian di rumah sakit atau puskesmas milik Pemerintah Kota Bandung.
Farhan mengatakan insiden bayi yang hampir tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung tidak boleh kembali terjadi pada fasilitas kesehatan khususnya milik pemerintah.
“Saya sudah pastikan apabila kejadian seperti itu terjadi di RSUD atau puskesmas di Kota Bandung, maka kepala rumah sakitnya akan saya copot. Ini adalah tanggung jawab pimpinan,” ujar Farhan di Bandung, Selasa.
Ia menegaskan, tanggung jawab pelayanan kesehatan tidak hanya berada pada individu, melainkan melekat pada seluruh sistem organisasi, terutama pimpinan fasilitas layanan kesehatan.
Farhan mengungkapkan, dirinya langsung mengambil langkah cepat setelah menerima informasi insiden tersebut dengan menghubungi Dinas Kesehatan serta seluruh direktur rumah sakit.
“Saya langsung telepon Dinas Kesehatan dan seluruh direktur rumah sakit. Perintahnya jelas, kejadian seperti itu tidak boleh terjadi di Kota Bandung,” katanya.
Menurut dia, instruksi tersebut berlaku untuk seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Ini bukan hanya tanggung jawab satu orang, tapi tanggung jawab organisasi dan struktur. Semua harus memastikan pelayanan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Farhan berharap langkah tegas ini dapat meningkatkan disiplin, pengawasan, serta kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung.
“Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, cepat, dan profesional. Tidak boleh ada ruang untuk kelalaian,” tuturnya.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026