Bandung (ANTARA) - Proyek Rumah Susun (Rusun) ASN Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di kawasan Kiaracondong, Bandung, mencatatkan progres melesat hingga 32,40 persen, melampaui target awal yang hanya dipatok sebesar 10,18 persen atau terdeviasi positif 22,22 persen.
"Saya mengapresiasi kinerja BP3KP Jawa II yang mampu melampaui target. Kita dorong agar proyek ini bisa selesai lebih cepat dari waktu kontrak tanpa mengurangi kualitas," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat meninjau lokasi proyek di Kelurahan Babakan Sari, Senin.
Meski menunjukkan tren positif, Maruarar mengingatkan pelaksana proyek agar tidak terlena dengan kecepatan pembangunan dan tetap mengedepankan aspek keamanan bangunan.
"Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga kualitas. Hunian ini harus benar-benar layak, aman, dan bisa digunakan dalam jangka panjang," ujarnya.
Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Hermon Dekristo, menjelaskan bahwa hunian strategis ini nantinya akan diprioritaskan bagi para pegawai golongan II dan IIIA guna menunjang kinerja korps Adhyaksa di wilayah Jawa Barat.
Proyek yang pengerjaannya turut dipantau oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini awalnya ditargetkan rampung pada 5 Oktober 2026. Namun, dengan realisasi fisik yang kini sudah menyentuh angka 32 persen sementara realisasi keuangan baru di angka 20 persen, hunian ini berpotensi besar diserahterimakan lebih awal dari jadwal kontrak.
"Mungkin bisa lebih cepat hingga dua pekan," tutur Maruarar.
Berdasarkan data yang diterima, Rusun ASN Kejati Jabar ini akan terdiri dari tiga bangunan dua lantai dengan luas total 1.472,27 m2 di atas lahan sebesar 4.145 m2.
Secara total, Rusun yang dekat dengan Stasiun Kiaracondong dan pusat perbelanjaan itu, akan ada 44 unit hunian tipe 36 dengan fasilitas dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan ruang cuci.
Kemudian ada fasilitas penunjang yang digunakan bersama yakni balai warga, minimarket, mushola, ruang serbaguna, hingga lahan parkir kapasitas 24 mobil dan 46 motor.
Kompleks Rusun ini memiliki target waktu pengerjaan 300 hari (10 Desember 2025-5 Oktober 2026), dengan penyedia konstruksi PT Pesona Karya Sejahtera dengan nilai kontrak sekitar Rp29,24 miliar, dan konsultan manajemen konstruksi PT Primega Saniyya Lestari KSO PT Prisma Karya Utama dengan nilai kontrak sekitar Rp1,21 miliar.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.