Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengamankan 1.326 unit sepeda motor dengan knalpot bising yang terjaring dalam razia yang digelar selama satu bulan terakhir di sejumlah titik di Cianjur, razia digelar sejak tanggal 16 Maret hingga 12 April.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Senin, mengatakan razia akan terus digelar secara acak di titik rawan mulai dari kawasan utara hingga selatan Cianjur, sehingga tidak ada lagi sepeda motor yang menggunakan knalpot bising.

Razia juga digelar hingga pelosok melibatkan jajaran Polsek, guna memastikan tidak ada lagi keluhan masyarakat yang terganggu dengan knalpot bising dengan suara merusak pendengaran terutama pengendara lainnya.

"Tidak sampai disini razia knalpot bising akan terus digelar secara acak di sejumlah titik, guna menjaring pengendara yang masih melanggar aturan lalulintas, sehingga banyak dikeluhkan masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan sebagian besar pemilik yang sepeda motornya diamankan sudah mengambil kembali kendaraan-nya setelah mengganti dengan knalpot original bawaan pabrik serta melengkapi kekurangan seperti kaca spion dan lain-lain.

Pihaknya meminta pemilik sepeda motor dengan knalpot bising segera mengganti dengan knalpot original karena razia akan terus digencarkan sampai tidak ada lagi penggunaan knalpot bising di wilayah hukum Cianjur.

Bahkan pihaknya menargetkan ketika ada konvoi kemenangan Persib dilakukan di Cianjur, tidak ada satupun sepeda motor yang menggunakan knalpot bising guna membuktikan Cianjur bebas dari knalpot bising.

"Kami akan mengawal ketika konvoi kemenangan Persib menjadi juara digelar di Cianjur tanpa knalpot bising, silahkan merayakan dengan dengan aman, nyaman, tertib tanpa suara knalpot yang dapat memekakkan telinga," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat dapat melaporkan ke nomor 110 ketika mendapati sepeda motor dengan knalpot bising yang lalu lalang di lingkungan tempat tinggal guna dilakukan tindakan tegas oleh petugas. 



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026