Cianjur (ANTARA) - Kebun Raya Cibodas (KRC) merevitalisasi Taman Lumut sebagai penguatan fasilitas edukasi, dimana taman seluas 1.500 m2 mewakili tiga kelas lumut yang ada lumut hati (Hepaticopsida), lumut tanduk (Anthocerotopsida), dan lumut daun (Bryopsida).

Managing Director PT Mitra Natura Raya Marga Anggrianto di Cianjur, Senin, mengatakan revitalisasi Taman Lumut merupakan jawaban untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang berbasis alam dan diresmikan tepat pada HUT ke-174 KRC hari ini.

KRC ungkap dia, berkomitmen dalam pengembangan fasilitas edukasi yang interaktif, ilmiah, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat konservasi tumbuhan di Indonesia.

"Taman lumut di KRC merupakan taman lumut terbesar di Indonesia, di taman ini telah dilakukan penanaman dan penataan secara khusus pada area planter dan kolam sesuai habitat aslinya," kata dia.

 

Keberadaan taman tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari konservasi, namun sebagai media edukasi yang memperkenalkan tentang teori evolusi tumbuhan dari tumbuhan non-vascular (tak berpembuluh) ke tumbuhan vascular (berpembuluh) pada masyarakat luas.

Beberapa spesies yang ada di Taman Lumut merupakan jenis lumut asli area Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP) dari hasil eksplorasi BRIN sebagai wujud konservasi lumut.

Sebagai bagian dari pembaruan, dilakukan penataan ulang lanskap dengan menambahkan beberapa jenis bebatuan untuk memperkuat aspek estetika, termasuk penggunaan material memiliki fungsi ekologis, mampu menyerap dan mempertahankan kelembapan, sehingga mendukung kondisi mikrohabitat yang ideal bagi pertumbuhan lumut.

"Untuk memperkaya jenis tanaman dilakukan penambahan beberapa jenis lumut dan tanaman paku-paku-an akuatik seperti Taxiphyllum barbieri, Riccia fluitans dan Java fern (Microsorum Pteropus)," katanya.

Jenis-jenis tersebut dikenal luas dalam dunia aquascape karena kemampuannya hidup pada lingkungan perairan serta nilai estetika-nya yang tinggi.

Selain peresmian kembali Taman Lumut dalam rangka HUT ke-174 KRC, juga dilakukan penanaman pohon Castanopsis argentea dan Castanopsis tungurrut.

Castanopsis argentea merupakan pohon yang termasuk ke dalam suku Fagaceae, tumbuhan spesies asli hutan Indonesia ini menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) masuk dalam daftar kategori genting atau terancam punah (Endangered).

Tanaman ini dikenal juga dengan sebutan “rambutan hutan” karena bentuk buahnya yang menyerupai rambutan, dimana pohon ini dikenal dengan nama lokal “Saninten”, secara umum tumbuh dan menyebar di wilayah Sumatra dan Jawa.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KRC merevitalisasi Taman Lumut sebagai penguatan edukasi

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026