Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat mulai melakukan pemetaan daerah mana saja yang biasanya paling awal terdampak kekeringan saat musim kemarau untuk persiapan langkah cepat membantu memenuhi kebutuhan air di daerah itu.
"Secara siklus itu yang biasa paling awal dilanda kekeringan itu ada tiga kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saepuloh di Garut, Jumat.
Ia menyebutkan, hasil pemetaan sementara daerah yang rawan lebih awal dilanda bencana kekeringan seperti musim kemarau sebelumnya yakni Kecamatan Cigedug, Malangbong, dan Selaawi.
Tiga kecamatan itu, kata dia, seringkali sumber air yang biasa digunakan masyarakat sudah kering, sehingga pihaknya sudah menyiapkan truk tangki air untuk menyalurkan air bersih ke daerah itu.
"Itu biasa tiga kecamatan lebih awal untuk kita suplai air bersih," katanya.
Ia menyampaikan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi kemarau cukup panjang tahun ini di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Garut.
BPBD Garut, kata dia, nanti akan koordinasi dengan BMKG terkait langkah apa saja dalam menghadapi musim kemarau, untuk saat ini pemerintah masih fokus pada status siaga darurat bencana hidrometeorologi sampai akhir April 2026.
"Kita nanti akan konsolidasikan di akhir status hidrometeorologi," katanya.
Ia menambahkan, BPBD Garut setelah siap siaga darurat bencana hidrometeorologi sejak Oktober sampai April 2026, akan dilanjutkan dengan siap siaga dampak musim kemarau.
Langkah yang disiapkan, kata dia, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyediakan truk tangki air yang siap menyuplai kebutuhan air bersih warga yang terdampak kekeringan.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026