Majalengka, Jawa Barat (ANTARA) - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menargetkan sebanyak 3.000 unit rumah subsidi dibangun pada 2026 guna memenuhi kebutuhan hunian masyarakat.

Kepala DPKPP Majalengka Sidarta di Majalengka, Jumat, mengatakan target tersebut meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Ia menyebutkan realisasi pembangunan rumah subsidi pada 2025 di Majalengka mencapai 1.003 unit atau sedikit di atas target sebanyak 1.000 unit.

"Untuk tahun 2026, pemerintah menetapkan target pembangunan 3.000 unit rumah subsidi," ujarnya.

Ia menjelaskan hingga saat ini ketersediaan hunian yang telah terdata mencapai 1.406 unit, yang dikelola oleh 44 pengembang aktif di Majalengka.

Menurutnya, peningkatan target tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau.

Selain fokus pada pemenuhan hunian, kata dia, program tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Pihaknya mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah, khususnya perajin genteng di wilayah Jatiwangi.

Melalui program "gentengisasi", lanjut dia, kebutuhan material atap rumah subsidi diupayakan dipenuhi dari produksi genteng tanah liat lokal.

"Kami ingin memastikan pembangunan perumahan ini menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif," katanya.

Ia menambahkan pembangunan tersebut tidak hanya membuka lapangan kerja bagi tenaga konstruksi, tetapi juga menghidupkan pelaku UMKM di sekitar lokasi proyek.

Selain itu, ia menyampaikan penggunaan material dari pemasok terdekat dinilai mampu meningkatkan efisiensi biaya distribusi sekaligus mempercepat proses pembangunan.

Sidarta mengatakan langkah tersebut diharapkan, mampu menekan angka kekurangan hunian (backlog) di Kabupaten Majalengka.

"Program ini juga menjadi upaya mengangkat kembali industri genteng Jatiwangi sebagai identitas daerah," ujar dia.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026