Bandung (ANTARA) - Komisi II DPRD Jawa Barat mendorong koperasi di Kota Depok untuk melakukan transformasi fundamental dari badan usaha konvensional menjadi lembaga kemitraan investasi yang modern guna memperkuat daya saing ekonomi kerakyatan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat Lina Ruslinawati menegaskan bahwa penguatan tata kelola kelembagaan merupakan kunci agar koperasi tetap relevan di tengah dinamika pasar.
"Kami ingin memastikan bahwa koperasi dan usaha mikro binaan di Kota Depok mendapatkan pendampingan yang tepat sasaran. Kota Depok memiliki potensi besar dengan kontribusi UMKM yang signifikan terhadap PDRB," kata Lina dalam keterangan di Bandung, Kamis.
Menurut dia, sinergi antara kebijakan pemerintah provinsi dan implementasi di tingkat kota harus berjalan selaras untuk mendukung ekosistem usaha lokal. Selain penguatan lembaga, Lina menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi pelaku usaha mikro agar mampu bersaing di pasar yang semakin dinamis.
Dalam kunjungan kerjanya ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Rabu (8/4), Lina melakukan monitoring sekaligus menghimpun data komprehensif terkait penyerapan tenaga kerja dan peningkatan omzet pelaku usaha binaan, termasuk progres program Wirausaha Baru (WUB) serta perempuan pengusaha.
Lina menyoroti sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari akses pemasaran hingga standarisasi produk melalui Rumah Kemasan yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Depok.
"Data mengenai penyerapan tenaga kerja dan peningkatan omzet pelaku usaha binaan menjadi poin penting yang disampaikan kepada legislatif," ujarnya.
Seluruh temuan dari kunjungan tersebut, kata Lina, akan dijadikan bahan evaluasi bagi DPRD Jawa Barat dalam menyusun kebijakan anggaran dan regulasi di masa mendatang.
"Komisi II berkomitmen untuk terus mendorong program-program inovatif yang dapat memperkuat daya saing koperasi dan UMKM di seluruh wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Depok sebagai salah satu sentra ekonomi kreatif penyangga ibu kota," tutur Lina.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026