Bandung (ANTARA) - DPRD Jawa Barat menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan sampah di kawasan Bandung Raya.
Anggota DPRD Jawa Barat dari Komisi V Humairah Zahrotun Noor, di Bandung, Rabu, mengatakan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak, melainkan harus melibatkan semua elemen agar berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Ini pekerjaan kita bersama, bukan hanya pemerintah atau masyarakat saja. Semua harus punya kepedulian yang sama terhadap pengelolaan sampah,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat dapat dimulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah organik dan non-organik di tingkat rumah tangga, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan dapat memastikan sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan dengan baik agar upaya masyarakat tidak sia-sia.
“Kalau masyarakat sudah baik tapi pengangkutan tidak optimal, itu sama saja. Begitu juga sebaliknya, jika pemerintah sudah berupaya tetapi dari masyarakatnya kurang juga tidak efektif,” katanya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara kedua pihak agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan tanpa saling menyalahkan.
Ia juga menilai semangat gotong royong perlu terus diperkuat agar persoalan sampah bisa ditangani secara bersama dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung terus melakukan berbagai upaya dalam penanganan sampah, salah satunya melalui optimalisasi pengangkutan sampah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna sebelumnya juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan sampah di Kabupaten Bandung yang mencapai sekitar 1.800 ton per hari.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah melalui pemilahan harus menjadi gerakan bersama, dimulai dari aparatur pemerintah hingga masyarakat.
“Manfaatkan sampah organik menjadi kompos maupun pakan maggot yang bisa digunakan untuk kebutuhan peternakan dan pertanian. Sementara sampah lainnya harus dipilah agar dapat didaur ulang,” tegasnya.
Dadang juga menginstruksikan seluruh ASN untuk melaksanakan kegiatan bersih-bersih secara rutin setiap hari Selasa dan Jumat, sekaligus menjadi teladan dalam membangun budaya pengelolaan sampah.
Meski demikian, tingginya produksi sampah masih menjadi tantangan besar sehingga program ini ditargetkan sebagai solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Bandung Raya.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026