Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat mengembalikan 110 sepeda motor yang sebelumnya terjaring razia setelah pemilik mengganti knalpot dengan bawaan pabrik dan melengkapi sejumlah kekurangan seperti kaca spion dan lain-lain.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Selasa, mengatakan razia akan terus digelar secara acak sampai tidak ada lagi sepeda motor yang melanggar aturan masih memakai knalpot bising karena merugikan pengendara lain.
Tercatat hingga saat ini, lebih dari 500 unit sepeda motor yang terjaring dalam razia yang digelar hampir setiap hari dengan lokasi berpindah-pindah sesuai laporan masyarakat yang masih tinggi, dimana ratusan sepeda motor diamankan untuk sementara di halaman parkir Polres Cianjur.
"Kami akan terus menggelar razia sampai knalpot bising tidak ada lagi digunakan pengendara sepeda motor, selama satu pekan terakhir lebih dari 500 unit kendaraan terpaksa diamankan karena menggunakan knalpot bising," katanya.
Selain dikenakan sanksi tilang, tutur dia, pemilik diminta untuk mengganti knalpot bising dengan knalpot buatan pabrik sebelum diperbolehkan kembali dibawa pulang, dimana sebagian besar pemilik sudah mengambil kembali sepeda motornya.
Pihaknya mengimbau para pemilik sepeda motor dapat mematuhi aturan lalulintas dengan tidak menggunakan knalpot bising dan melengkapi seluruh komponen penunjang serta melengkapi surat-surat kendaraan.
Selama masih banyak pengendara yang menggunakan knalpot bising, razia akan terus digelar termasuk melibatkan jajaran Polsek mulai dari utara hingga selatan yang juga banyak dilaporkan masyarakat karena mengganggu pendengaran.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk membantu pengawasan ketika masih banyak sepeda motor dengan knalpot bising segera digelar razia melibatkan jajaran Polsek," katanya.
Dia mengimbau pemilik kendaraan yang masih terparkir di halaman Polres Cianjur, dapat segera mengambil kendaraan dengan membawa knalpot original bawaan pabrik dan kelengkapan lainnya, setelah dilakukan pendataan baru dapat dibawa pulang.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.