Cirebon (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengoptimalkan sebanyak 64 armada untuk menangani persoalan sampah di seluruh wilayah itu, terutama saat terjadi lonjakan volume sampah pasca-Lebaran.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono di Cirebon, Selasa, mengatakan seluruh armada tersebut dioperasikan untuk mendukung pengangkutan rutin, sekaligus penanganan di titik-titik prioritas.
“Kami mengoperasikan sekitar 64 armada untuk melayani seluruh wilayah Kabupaten Cirebon,” katanya.
Ia menjelaskan cakupan wilayah yang luas menjadi tantangan dalam distribusi armada, mengingat Kabupaten Cirebon memiliki 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan.
Dengan keterbatasan tersebut, kata dia, armada harus dibagi untuk menjalankan pengangkutan rutin harian serta penanganan khusus seperti pengurasan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang mengalami penumpukan.
Menurut dia, dalam kondisi normal pengangkutan sampah dilakukan secara rutin setiap hari dengan ritase tertentu di sejumlah titik.
Namun ia menuturkan saat volume sampah meningkat, seperti pasca-Lebaran, DLH menerapkan skema prioritas dengan mendahulukan lokasi yang membutuhkan penanganan cepat.
“Armada kami bagi antara layanan rutin dan penanganan titik dengan volume sampah tinggi,” ujarnya.
Dede mengakui keterbatasan armada dapat menyebabkan keterlambatan pengangkutan di beberapa lokasi. Hal itu terjadi, lanjut dia, ketika armada dialihkan untuk menangani TPS lain yang kondisinya lebih mendesak atau membutuhkan pengurasan.
DLH juga berupaya melakukan penyesuaian operasional, termasuk penambahan armada di titik tertentu saat volume sampah meningkat signifikan.
Selain optimalisasi armada, Dede menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
DLH Kabupaten Cirebon juga menyediakan layanan pengaduan, melalui media sosial resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Aduan masyarakat akan kami tindak lanjuti sesuai dengan kondisi dan prioritas di lapangan,” katanya.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026