Cianjur (ANTARA) - Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengundang berbagai pihak seperti Hiswana Migas Cianjur, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, dan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian Cianjur guna membahas kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

Ketua Komisi II DPRD Cianjur Aziz Muslim di Cianjur, Senin, mengatakan pihaknya akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebagai tanggapan dari keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas yang terjadi sejak satu pekan terakhir di sejumlah wilayah di Cianjur.

Hal tersebut dilakukan, guna mengetahui kendala yang terjadi di lapangan sehingga menyebabkan kelangkaan gas bersubsidi yang mulai dirasakan masyarakat mulai dari utara hingga selatan Cianjur. 

"Kami akan mendengarkan apa penyebab kelangkaan yang terjadi apakah dampak konflik di Timur Tengah atau karena ada kebijakan dari pusat, minimal rapat digelar dalam dua hari ke depan," katanya.

Setelah mendapat kepastian penyebab kelangkaan, ungkap dia, pihaknya bersama dinas terkait dapat melalukan berbagai langkah termasuk mencari solusi agar tidak terjadi keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat.
  
Bahkan pihaknya memantau melalui media sosial di sejumlah wilayah pinggiran kota dan pelosok, masyarakat kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak sehari-hari karena sulitnya mendapat gas 3 kilogram.

"Kami akan mendorong pemerintah untuk secepatnya memberikan solusi terkait persoalan kelangkaan gas di Cianjur, karena saat ini seluruh masyarakat sudah tergantung dengan gas untuk kebutuhan dapur," katanya.

Sementara langka-nya gas elpiji 3 kilogram dirasakan masyarakat di wilayah selatan Cianjur sudah terjadi menjelang lebaran, bahkan mereka harus menebus dengan harga mahal ketika mendapatkan stok.

Hal tersebut dibenarkan sejumlah warga di Kecamatan Cidaun yang harus menebus gas 3 kilogram dari penjual Rp35 per tabung, meski mahal karena sangat dibutuhkan mereka tetap membeli.

"Sejak satu hari menjelang lebaran harga gas 3 kilogram menjadi mahal sampai saat ini stoknya masih sulit didapat, harapan kami pemerintah turun tangan membantu kesulitan masyarakat terutama di selatan Cianjur," kata warga Kecamatan Cidaun Dhea (54).        



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026