Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di kawasan Oxbow Cicukang, Margaasih sebagai langkah strategis mengatasi persoalan sampah.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Senin, mengatakan lokasi PSEL tersebut dipilih karena dinilai lebih siap dari sisi lahan dan dukungan infrastruktur.

“PSEL kita arahkan ke Oxbow Cicukang di Margaasih karena secara lokasi sudah berdiri dan memungkinkan untuk dikembangkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa tidak hanya tentang kesiapan lahan, karena pemilihan lokasi tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan sumber daya pendukung, terutama ketersediaan air untuk operasional.

Menurut dia, operasional PSEL tersebut membutuhkan pasokan air minimal 1.000 meter kubik per hari sehingga kedekatan dengan sumber air menjadi faktor penting.

“Lokasi ini lebih memungkinkan karena dekat dengan Sungai Citarum sehingga kebutuhan air untuk operasional PSEL bisa terpenuhi,” katanya.

Bupati Dadang juga menyebut pembangunan PSEL tersebut tengah dikoordinasikan bersama Kementerian Lingkungan Hidup sebagai solusi jangka panjang dalam pengolahan sampah di Kabupaten Bandung.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan sampah tidak bisa menunggu hingga proyek tersebut rampung sehingga diperlukan penanganan jangka pendek untuk sampah hari ini.

“PSEL ini tidak bisa langsung selesai, butuh waktu dua sampai tiga tahun. Maka persoalan sampah hari ini harus tetap kita tangani dengan berbagai inovasi di kewilayahan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut sejalan dengan meningkatnya produksi sampah di Kabupaten Bandung yang kini mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Dari jumlah itu baru sekitar 500 ton dapat tertangani, sehingga masih menyisakan sekitar 1.300 ton sampah yang pengelolaannya menjadi tantangan pemerintah saat ini.

Untuk itu, Pemkab Bandung menginstruksikan camat hingga perangkat desa untuk memperkuat inovasi penanganan sampah serta mendorong gerakan kebersihan di tengah masyarakat.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026