Sumedang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengerahkan dua alat berat untuk menangani material longsor yang menutup tiga titik akses jalan di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto di Sumedang, Jumat, mengatakan longsor akibat hujan deras dilaporkan menutup akses jalan di tiga lokasi berbeda, yakni Lingkar Timur Jatigede, Kadujaya, dan Margalaksana.
“Titik longsor akibat hujan deras menutup akses jalan di tiga lokasi berbeda, di Lingkar Timur Jatigede, Kadujaya dan Margalaksana. Sudah dikerahkan dua alat berat,” ujarnya saat dihubungi.
Ia menambahkan, saat ini seluruh titik longsor tengah dalam proses pembersihan agar akses jalan bisa segera kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.
Menurutnya, penggunaan alat berat menjadi langkah utama untuk mempercepat evakuasi material longsor yang cukup tebal dan menutup badan jalan di beberapa titik.
Selain itu, petugas gabungan juga diterjunkan untuk membantu proses penanganan serta memastikan keamanan di sekitar lokasi longsor untuk memastikan dapat kembali normal pada hari ini.
"Dengan mengerahkan dua alat berat yang disiagakan. Hari ini ditargetkan semua jalan sudah bisa dilintasi," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, mengatakan longsor yang menutup jalan di Desa Margalaksana merupakan longsor susulan yang terjadi pada Kamis malam, di tebing setinggi 20 meter yang sebelumnya sudah dalam kondisi labil akibat hujan deras.
“Longsor ini merupakan susulan akibat curah hujan tinggi yang membuat kondisi tanah menjadi labil, sehingga material tanah dan bebatuan kembali menutup badan jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan telah memerintahkan jajaran terkait untuk memasang terpal pada tebing setinggi 20 meter tersebut guna mengurangi resapan air hujan, sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi longsor susulan di lokasi tersebut.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Akbar Nugroho Gumay
COPYRIGHT © ANTARA 2026