Cimahi, Jawa Barat (ANTARA) - Jejeran karangan bunga duka cita, mulai dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga satuan-satuan elit TNI, tampak menyemut memenuhi kediaman Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Jalan Cikendal Nomor 40, Cimahi, Rabu, menantikan kepulangan sang "Peacekeeper" yang gugur di Lebanon.
Terlihat sejak Rabu siang suasana haru menyelimuti rumah duka di RT 01 RW 04 Kelurahan Cipageran tersebut, seiring dengan mengalirnya kiriman bunga yang menandai penghormatan terakhir bagi almarhum, dari para kolega yang datang berkala melalui kurir sepeda motor.
Kapten Zulmi diketahui merupakan satu dari tiga prajurit terbaik TNI yang gugur saat menjalankan tugas negara dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di tengah eskalasi konflik yang memanas di perbatasan Lebanon dan Israel.
Perwakilan keluarga almarhum, Risman Efendi menyatakan bahwa saat ini pihak keluarga besar masih dalam kondisi siaga dan terus memantau informasi terbaru mengenai proses pemulangan jenazah dari Timur Tengah.
"Masih tetap menunggu dari komandan, update-nya sama seperti kemarin. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini bisa tiba di Tanah Air," ujar Risman saat ditemui di lokasi rumah duka.
Meskipun belum menerima jadwal kepulangan secara mendetail, Risman memastikan bahwa otoritas terkait telah melakukan langkah-langkah evakuasi terhadap jenazah perwira pertama tersebut ke rumah sakit di Lebanon segera setelah insiden terjadi.
Berdasarkan koordinasi terakhir, rute pemulangan jenazah Kapten Zulmi dijadwalkan menempuh perjalanan udara dari Lebanon menuju Jakarta, untuk kemudian langsung dibawa menuju rumah duka di Cimahi sebelum prosesi pemakaman militer.
"Proses masih berjalan, kemarin sudah dievakuasi ke rumah sakit di Lebanon, menunggu proses selanjutnya. Jalurnya dari Lebanon ke Jakarta dulu, Jakarta ke rumahnya, baru ke pemakaman," ujar Risman.
Kepergian Kapten Zulmi menyisakan duka mendalam bagi institusi TNI, mengingat ia gugur akibat ledakan proyektil saat menjaga zona penyangga internasional yang merupakan posisi vital pasukan khusus PBB.
Hingga berita ini dilaporkan, kerabat, tetangga, dan perwakilan institusi TNI terus berdatangan ke rumah duka guna memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan, sembari menanti kepulangan pahlawan perdamaian itu kembali ke pangkuan Bumi Pertiwi.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026