Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat mencatat angka kecelakaan selama arus mudik balik lebaran tahun 2026 menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tiga kejadian tidak ada korban jiwa namun empat orang mendapat perawatan di rumah sakit.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur Iptu Regina Andrilla Setiawan di Cianjur, Rabu, mengatakan pada lebaran tahun lalu terdapat lima kejadian kecelakaan dengan korban jiwa tiga orang, luka berat dua orang, dan luka ringan 6 orang.

Dari ketiga kejadian kecelakaan yang menimpa pemudik dengan sepeda motor diduga akibat kurangnya kewaspadaan saat mengemudi dan pengendara tidak menguasai medan yang dilalui seperti di Jalan Raya Bandung-Cianjur, Puncak-Cianjur, dan jalur selatan.

"Dari ketiga kejadian menyebabkan empat orang mengalami luka sehingga mendapat perawatan di rumah sakit dan puskesmas setempat, rata-rata setelah mendapat penanganan korban sudah diperbolehkan pulang," katanya.

Dia menjelaskan menurunnya angka kecelakaan selama arus mudik dan balik tahun ini, berkat kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan lalulintas semakin tinggi, termasuk mendengarkan anjuran petugas agar meningkatkan kehati-hatian saat berkendara.

Pihaknya berharap kepatuhan pengendara dalam mematuhi aturan lalulintas terus meningkat agar aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan, dimana guna meningkatkan kesadaran sejak dini pihaknya kerap menggelar kegiatan ke sekolah-sekolah di Cianjur.

Tujuannya agar anak sejak dini sudah menerapkan kedisiplinan dan mematuhi aturan lalulintas, sehingga saat dewasa dapat menjalankan hal tersebut ketika sudah mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Berbagai upaya kami lakukan guna menekan angka kecelakaan lalulintas terutama di wilayah hukum Cianjur, salah satunya menerapkan disiplin dengan mematuhi aturan lalulintas sejak dini," katanya.

Seiring cuaca ekstrim yang masih melanda sebagian besar wilayah Cianjur, tambah dia, pihaknya mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian karena sebagian besar jalur utama Cianjur rawan terjadi bencana alam termasuk pohon tumbang.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026