Cianjur (ANTARA) - Sebanyak 12 rumah di Kampung Pasekon, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, ludes terbakar pada Sabtu.
Kebakaran yang diduga dipicu kebocoran tabung gas 12 kg dari rumah seorang lansia ini menyebabkan tiga orang mengalami luka bakar dan memaksa 18 kepala keluarga mengungsi ke masjid setempat setelah harta benda mereka nyaris rata dengan tanah.
Kepala Unit Damkar Wilayah Manajemen Kebakaran 3 Cipanas Yanto Hermanto saat dihubungi di Cianjur, Sabtu, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang membuat 18 kepala keluarga mengungsi untuk sementara ke masjid setempat.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dugaan sementara kebakaran akibat kebocoran tabung gas12 kg di salah satu rumah yang terbakar yang dihuni perempuan lanjut usia sehingga merembet ke rumah warga lainnya yang saling berdekatan.
"Tidak ada korban jiwa namun tiga orang dibawa ke RSUD Cimacan karena mengalami luka bakar, termasuk seorang ibu lanjut usia pemilik rumah yang pertama kali terlihat kobaran api," katanya.
Dia menjelaskan selang beberapa menit mendapat laporan kebakaran, satu unit mobil pemadam meluncur ke lokasi yang berjarak beberapa kilometer dari Pos Damkar Cipanas, petugas langsung melakukan upaya pemadaman yang sebelumnya dilakukan warga dengan alat seadanya.
Melihat api yang berkobar dengan cepat menjalar ke bangunan rumah lainnya, membuat pihaknya menambah dua unit mobil pemadam ke lokasi, sehingga selang satu jam api berhasil dipadamkan.
"Setelah dilakukan pendinginan, kami bersama petugas dari Inafis Polres Cianjur, melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang membakar rumah warga tersebut," katanya.
Sementara keterangan saksi mata warga sekitar, melihat api sudah membesar di rumah Nci (60) perempuan lansia yang tinggal sendirian, api dengan cepat menjalar ke 11 bangunan rumah yang terletak bersebelahan.
Mendapati hal tersebut, warga dengan alat seadanya berusaha memadamkan api sambil menunggu mobil pemadam kebakaran datang, dari sembilan rumah yang terbakar tidak ada satu barang pun yang berhasil dibawa keluar pemilik kecuali pakaian yang dikenakan.
"Tidak sempat menyelamatkan barang yang ada di dalam rumah, kami hanya menyelamatkan nyawa anak dan istri, sedangkan sepeda motor dan barang berharga di dalam rumah ikut terbakar semua," kata salah seorang korban Ucok (52).
Dia menyebutkan dari sembilan rumah yang terbakar terdapat 18 kepala keluarga dengan total jiwa sebanyak 31 orang, saat ini mengungsi ke masjid terdekat, mereka berharap mendapat bantuan dari pemerintah guna membangun kembali rumahnya.
"Kami berharap mendapat bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah yang nyaris rata dengan tanah, karena sebagian besar pemilik tidak memiliki penghasilan tetap," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026