Cianjur (ANTARA) - Kebun Raya Cibodas (KRC) di Kecamatan Cipanas, Kabupate Cianjur, Jawa Barat, masih menjadi destinasi wisata favorit sepanjang libur lebaran 2026, tercatat angka kunjungan mengalami peningkatan 20 persen dibandingkan lebaran tahun sebelumnya.
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya Zaenal Arifin saat dihubungi di Cianjur, Sabtu, mengatakan angka kunjungan mengalami peningkatan sejak H+1 lebaran di mana angka kunjungan per hari mencapai 5.000 orang.
Menurut dia, pada H+1 lebaran angka kunjungan didominasi wisatawan lokal yang hendak melakukan pertemuan keluarga atau halal bihalal, sedangkan pada hari selanjutnya angka kunjungan didominasi wisatawan asal Jabodetabek dan pemudik yang melintas.
"Hingga saat ini angka kunjungan masih tetap tinggi, kami menargetkan angka kunjungan dapat mencapai 10 ribu orang di akhir libur lebaran, dan masih terlihat pemudik tujuan balik yang singgah untuk istirahat sambil berwisata," katanya.
Pihaknya memprediksi angka kunjungan akan tetap tinggi hingga satu pekan ke depan, dimana wisatawan asal luar dan dalam kota Cianjur menggelar halal bihalal di kebun raya yang memiliki koleksi jutaan pohon dan bunga langka, ujar Zaenal.
Selama libur hari raya, tambah dia, sejumlah sarana dan prasarana untuk penunjang ditambahkan di titik yang ramai dikunjungi wisatawan seperti arena bermain untuk anak dan tenda untuk berteduh serta fasilitas lainnya.
Menurut Zaenal, Kebun Raya Cibodas masih menjadi destinasi wisata favorit bagi wisatawan dari dalam dan luar Cianjur terutama dari Jabodetabek dan Banten, termasuk pemudik yang menjadikan kebun raya sebagai tempat istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, salah satu pelaku UMKM di Kawasan Wisata Cibodas, Haryati (43) mengatakan seiring tingginya angka kunjungan ke kawasan tersebut, penghasilan mereka meningkat dibandingkan lebaran tahun sebelumnya, terlebih saat ini masuk kawasan tidak dipungut biaya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Zaenal Abidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.