Bandung (ANTARA) - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan nilai pengabdian dan pengorbanan sebagai fondasi utama dalam pengamanan Ramadhan hingga arus mudik Idul Fitri 2026.

Pesan tersebut dituangkan dalam kutipan yang dijadikan pedoman bagi seluruh jajaran Polda Jawa Barat, yakni pentingnya “menahan diri” sebagai bentuk totalitas tugas kepolisian di tengah momentum mudik.

Bagi Rudi, makna tersebut bukan sekadar simbol moral, melainkan refleksi nyata peran anggota Polri yang tetap bertugas saat masyarakat merayakan Lebaran bersama keluarga.

Ia menilai, di saat masyarakat pulang ke kampung halaman, aparat kepolisian justru berada di garis depan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik.

Sejak menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada April 2025, Rudi dikenal menekankan profesionalitas serta tanggung jawab moral dalam pelaksanaan tugas.

Dalam menghadapi mudik Lebaran tahun ini, Polda Jawa Barat telah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk kesiapan infrastruktur dan pengaturan di titik rawan kepadatan.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni meninjau kesiapan jalur Tol Bocimi Seksi 3 yang akan difungsikan guna mengurai beban lalu lintas di jalur arteri.

Selain itu, pengawasan di rest area juga diperketat, termasuk pembatasan waktu istirahat untuk mencegah penumpukan kendaraan.

Wilayah Jawa Barat menjadi salah satu titik krusial dalam arus mudik nasional karena menjadi jalur utama penghubung dari Jakarta ke berbagai daerah di Pulau Jawa.

Melalui nilai “menahan diri” tersebut, Rudi berharap seluruh personel dapat mengedepankan pengabdian demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026