Bandung (ANTARA) - Sejumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengatakan arus balik Lebaran 2026 di jalur Nagreg menjadi momentum dalam meningkatkan peluang ekonomi lokal melalui aktivitas jual beli di sepanjang jalur tersebut.
Pemilik Toko Oleh-Oleh Lingkar Barat Nagreg Gini Raina (34) di Bandung, Kamis, mengatakan momentum arus balik Lebaran 2026 mendorong omzet penjualan meningkat selama arus balik jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.
“Kalau biasanya omzet sehari bisa Rp2 juta sampai Rp3 juta, saat arus balik Lebaran ini bisa sampai Rp4 juta sampai Rp6 juta sehari,” katanya.
Ia menyebut bahwa musim libur Lebaran menjadi momentum penting bagi UMKM seperti dirinya guna menambah pendapatan harian.
Ia menambahkan arus balik menjadi momen paling ramai dibanding arus mudik dengan pembeli yang dominan datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Banten, dan sekitarnya.
“Kalau di sini lebih ramai pas arus balik. Kalau hari sebelum Lebaran biasanya di jalur menuju arah timur yang ramai,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, ia berjualan oleh-oleh khas Jawa Barat, seperti dodol Garut, tempe, ubi, dan peuyeum selama 10 tahun.
Ia juga menyebut ribuan kendaraan pemudik setiap tahun sering berhenti membeli oleh-oleh yang dinilai membantu meningkatkan ekonomi lokal.
Sementara itu Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V Humaira Zahrotun Noor sebelumnya menyoroti keberadaan UMKM di jalur mudik dan arus balik memiliki peran strategis dalam mendorong perputaran ekonomi lokal.
Menurut dia, pemudik yang berhenti untuk beristirahat atau berteduh berpotensi melakukan transaksi sehingga memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha di sekitar jalur.
"Hal tersebut dapat dilihat ketika pemudik dari luar daerah seperti Jakarta yang menuju Garut dapat membelanjakan uang mereka di sekitar kawasan Nagreg, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat setempat," ujarnya.
Selain aspek ekonomi, Humaira menambahkan keberadaan posko mudik juga tetap penting dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas serta kesiapsiagaan petugas selama periode Lebaran.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bandung mencatat jutaan kendaraan telah melintas pada jalur mudik Nagreg dari H-7 Lebaran hingga H+5 pukul 14.00 WIB hari ini.
Pihaknya merinci total kendaraan yang melintas mencapai 2.081.889 kendaraan pada 2026 atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1.980.911 kendaraan.
Pihaknya melalui Dinas Perhubungan bersama petugas gabungan melakukan pengaturan lalu lintas serta menyiagakan personel di sekitar pusat oleh-oleh dan pelaku UMKM guna memastikan kelancaran arus kendaraan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.