Garut (ANTARA) - Jalur utama destinasi wisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat masih ramai dilintasi kendaraan bermotor yang hendak berwisata maupun pulang dari wisata Cipanas Garut, Gunung Papandayan, maupun destinasi wisata lainnya yang diprediksi akan terus ramai sampai akhir libur sekolah dan Hari Raya Lebaran.
"Meskipun terjadi kepadatan, tapi kendaraan bergulir," kata Kepala Polsek Tarogong Kaler Iptu Ate Ahmad Hermawan saat melakukan pengaturan di Pos Pengamanan Kubang kawasan persimpangan menghubungkan Bandung dengan daerah wisata di Garut, Rabu.
Ia menuturkan, jalur utama Bandung-Garut lintas Tarogong saat ini masih ramai dilintasi kendaraan yang datang dari arah Bandung menuju tempat wisata di Garut.
Laju kendaraan, kata dia, mengarah ke jalur wisata seperti Cipanas Garut, Darajat, Gunung Papandayan, Situ Bagendit dan destinasi wisata lainnya, meski kondisinya ramai arus kendaraan terkendali lancar.
"Saat ini memang untuk Cipanas relatif terkendali karena terbantu oleh Jalan Ibrahim Adjie," katanya.
Menurut dia, arus kendaraan yang melintas di jalur wisata itu terpantau cukup ramai menuju destinasi wisata seperti ke Cipanas Garut dan Gunung Papandayan.
Ia menyampaikan, pengamanan jalur terus dilakukan bersama dengan jajaran instansi lainnya seperti dari TNI, Dinas Perhubungan dan sebagainya yang disebar untuk mengatur lalu lintas.
Informasi dari Korlantas Mabes Polri, kata dia, kondisi arus kendaraan diperkirakan akan masih ramai sampai Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3) sehingga petugas gabungan tetap siaga untuk mengaturnya, termasuk memberlakukan sistem satu arah.
"Antisipasi jika 'crowded', ada beberapa jalur arteri yang kami siapkan, salah satunya jalur menuju Tegal Malaka," katanya.
Sementara itu, kawasan Persimpangan Kubang merupakan jalur utama dari Bandung yang mengarah ketiga jalur yakni jalur ke wisata Situ Bagendit kemudian jalur ke wisata Cipanas Garut, dan tempat wisata lainnya, kemudian ke kawasan perkotaan yang menghubungkan jalur wisata lainnya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.