Bandung (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat memprediksi puncak arus mudik di Jalur Nagreg yang mengarah ke Tasikmalaya, Garut hingga Jawa Tengah. akan terjadi pada H-1 Lebaran atau Jumat (20/3).
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung Ruddy Heryadi menjelaskan bahwa prediksi ini didasarkan pada analisis pergerakan kendaraan serta adanya kebijakan cuti bersama yang cukup panjang pada Lebaran tahun ini.
“Cutinya cukup panjang, jadi masyarakat diberikan keleluasaan untuk memilih kapan mereka akan balik. Namun kami perkirakan puncak arus balik terjadi pada H-1 Lebaran,” kata Ruddy di Kabupaten Bandung, Senin.
Menurutnya, meski puncak arus diprediksi terjadi pada Jumat, kepadatan lalu lintas di jalur tersebut diperkirakan tidak akan separah tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini disebabkan oleh rekayasa lalu lintas yang efektif dan kebijakan pendukung seperti layanan mudik gratis dan cuti bersama yang lebih panjang.
“Ini terobosan luar biasa dari pemerintah. Masyarakat bebas memilih kapan akan balik, sehingga potensi kemacetan panjang bisa diminimalisir,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ruddy mengungkapkan pada H-5 Lebaran kendaraan yang mudik yang melintas di Jalur Nagreg telat mengalami peningkatan dengan tujuan menuju Garut hingga Jawa Tengah.
Ia menyebut dari hasil penghitungan pada pukul 14.00 WIB, jumlah kendaraan mencapai 36.950 unit. Kemudian bertambah menjadi 44.701 unit sampai pukul 16.00 WIB.
Menurut dia, peningkatan arus kendaraan di Jalur Nagreg umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. Sementara pada siang hari kondisi lalu lintas masih relatif ramai namun tetap lancar.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu memperhatikan keselamatan selama perjalanan, termasuk memastikan kondisi fisik pengemudi serta kelayakan kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
“Selain itu, masyarakat juga kami sarankan memanfaatkan waktu mudik lebih awal mengingat masa libur Lebaran tahun ini cukup panjang dengan adanya cuti bersama sebelum hari H pada 21 Maret,” katanya.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.