Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung memperketat pengawasan dan pembinaan terhadap pelajar setelah tewasnya seorang siswa SMAN 5 Bandung yang diduga menjadi korban pengeroyokan di Jalan Cihampelas, Kota Bandung.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan Pemkot Bandung akan memperkuat kerja sama dengan Polrestabes Bandung untuk meningkatkan pembinaan terhadap para pelajar.
“Kami akan meningkatkan pembinaan terhadap para pelajar, terutama kelompok-kelompok remaja yang kerap berkumpul di sejumlah warung atau tempat tongkrongan di sekitar sekolah,” kata Farhan di Bandung, Minggu.
Farhan mengungkapkan berdasarkan informasi yang diperoleh terdapat sejumlah kelompok pelajar yang telah teridentifikasi sering berkumpul dan menamakan diri sebagai kelompok tongkrongan tertentu.
“Dari informasi yang kami dapatkan, ada beberapa kelompok anak-anak SMA yang berkumpul di warung-warung dekat sekolah. Ini sedang kami identifikasi dan akan menjadi perhatian untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.
Ia menilai upaya pencegahan tidak bisa dilakukan pemerintah dan kepolisian saja, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari pihak sekolah.
Oleh itu, Pemkot Bandung akan mengajak para kepala sekolah untuk memperkuat komunikasi serta berbagi informasi mengenai dinamika para pelajar.
“Tanpa informasi dari kepala sekolah, pemerintah kota dan kepolisian tidak bisa melakukan pencegahan secara maksimal,” kata Farhan.
Sebelumnya, sebuah rekaman video amatir yang menampilkan aksi bentrok di kawasan Cihampelas viral di media sosial.
Dalam video tersebut terlihat seorang laki-laki yang diduga menjadi korban pengeroyokan terbaring di pinggir jalan.
Kapolsek Coblong Riki Erickson sebelumnya menyebut dugaan sementara peristiwa tersebut melibatkan pelajar dari SMAN 5 Bandung dan SMAN 2 Bandung.
“Iya meninggal dunia anak SMAN 5 Bandung, saat ini ditangani Polrestabes Bandung,” kata Riki.
Pewarta: Rubby Jovan PrimanandaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.