Bandung (ANTARA) - Operator jalan tol PT Jasa Marga memperkokoh pagar pembatas portabel atau barrier antarloket di Gerbang Tol (GT) Cileunyi untuk mengantisipasi peralatan tersebut mengganggu arus mudik Lebaran 2026 karena cuaca ekstrem.

Pasalnya, pada Sabtu (14/3) petang, peralatan tersebut diketahui bergeser bahkan ada yang terbang hingga beberapa meter akibat terbawa angin kencang saat terjadinya hujan lebat. Beruntung tidak ada kendaraan yang terdampak kejadian tersebut, Menurut Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Agni Mayvinna di Bandung, Minggu.

Ia mengatakan kejadian pembatas yang bergeser dikarenakan angin kencang itu terjadi di ruas PT CKJT (Cisumdawu), dan saat ini Jasa Marga mengusulkan untuk pergantian material pengisi pembatas ke yang lebih solid.

"Kami usulkan agar 'barrier' diisi oleh pasir, agar lebih kuat saat terjadinya angin kencang," kata Agni.

Saat ini, menurut Agni, perseroannya sedang berkoordinasi dengan PT CKJT terkait usulan tersebut, serta menurunkan personel untuk merapikan bersiaga menempatkan pembatas portabel itu ke posisi semula jika angin kencang kembali terjadi.

Berdasarkan pantauan pihak Jasa Marga, sejak hari terakhir kerja pada Jumat (13/3) atau H-7 Lebaran 2026 sampai perhitungan Sabtu (14/3), sebanyak 69.352 unit kendaraan roda empat atau lebih telah melintas di GT Cileunyi.

Angka itu diprediksi terus meningkat karena perhitungan pada hari Minggu ini belum rampung dan puncak arus mudik belum terjadi.

Sebagai langkah antisipasi untuk melayani peningkatan volume kendaraan dan mencegah antrean panjang, saat ini sebanyak 10 gardu tol telah dioperasikan secara penuh di GT Cileunyi.

Di gerbang Cileunyi, petugas di lapangan terus mengimbau kepada seluruh pemudik agar tetap berhati-hati saat berkendara. Pemudik diminta untuk selalu memeriksa ketersediaan saldo e-toll guna mencegah hambatan di gerbang tol, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima demi menjaga keselamatan hingga tiba di kampung halaman.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026