Cianjur (ANTARA) - Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD PMI) Kabupaten Cianjur menggencarkan aksi jemput bola ke sejumlah kelompok pendonor guna menjaga ketersediaan stok darah selama Ramadhan.
Kepala UTD PMI Cianjur Susilawati di Cianjur, Jumat, mengatakan selama bulan puasa tingkat kebutuhan darah masih tetap tinggi dari sejumlah rumah sakit, namun tingkat pendonor menurun sehingga perlu dilakukan jemput bola.
Selama satu pekan terakhir, pihaknya banyak terbantu dengan kegiatan besar yang digelar Kampung Donor Darah di Kecamatan Cibeber dan kegiatan donor darah massal yang digelar Polres Cianjur.
"Selama bulan puasa hingga menjelang Lebaran tingkat kebutuhan masih tetap tinggi, namun jumlah pendonor menurun drastis, normalnya stok darah dalam sepekan sekitar 250 labu," katanya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya ungkap dia, pada pekan ketiga puasa hingga Lebaran stok darah menipis, sehingga pihaknya lebih banyak mengandalkan donor darah pengganti dari keluarga pasien.
Penurunan stok darah menjelang akhir puasa mencapai 40 persen, sehingga berbagai cara dilakukan termasuk memberikan bingkisan sembako bagi pendonor darah rutin atau pendonor baru yang datang langsung ke UTD PMI.
"Kebutuhan darah biasanya meningkat saat H-1 hingga H+3 Lebaran, termasuk untuk pasien kecelakaan, ruang bedah, termasuk yang rutin untuk pasien thalasemia," katanya.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengatakan untuk membantu kebutuhan darah di UTD PMI Cianjur, pihaknya menggelar donor darah massal dibarengi dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah.
Kegiatan serupa akan terus digelar guna membantu ketersediaan darah di Cianjur. Seluruh anggota Polres Cianjur juga diminta rutin mendonorkan darahnya.
"Setetes darah yang didonorkan dapat membantu dan menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan, sehingga kegiatan ini akan terus digencarkan secara rutin setiap tiga bulan sekali," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.