Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, memperingatkan para pedagang, distributor, atau tengkulak tidak memainkan harga sembarangan menjelang Idul Fitri 2026 karena proses hukum akan diberikan bagi mereka yang melanggar.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Rabu, mengatakan pihaknya mengultimatum berbagai pihak termasuk distributor atau agen yang berusaha menaikkan harga sehingga membuat resah masyarakat menjelang hari raya.
"Jangan sampai agen sampai pedagang memanfaatkan situasi menaikkan harga saat menjelang lebaran sehingga dapat membuat resah masyarakat, proses hukum akan diberikan bagi mereka yang melanggar," katanya.
Menjelang masuknya lebaran, ungkap dia, pihaknya menggelar gerakan pangan murah di Taman Alun-alun Cianjur dengan menyediakan 1.500 paket sembako guna meringankan beban masyarakat sekaligus menekan kenaikan harga pangan menjelang lebaran.
Harga setiap paket sembako yang disediakan di bawah harga eceran tertinggidi pasar dengan harapan dapat menstabilkan harga di pasaran menjelang masuknya lebaran dimana tingkat pemakaian mengalami kenaikan.
"Gerakan pangan murah digelar guna meringankan beban warga di Cianjur serta untuk menstabilkan harga agar tidak mengalami lonjakan seiring tingkat pemakaian yang tinggi menjelang lebaran," katanya.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan hal yang sama sudah dilakukan Pemkab Cianjur guna menstabilkan harga pangan di pasaran menjelang lebaran, dimana biasanya harga mengalami kenaikan karena tingginya kebutuhan masyarakat.
Gerakan pangan murah serta bazar akan digelar di sejumlah kecamatan agar masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan murah menjelang lebaran, sehingga dapat menekan kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional di Cianjur.
"Kami akan menggelar gerakan pangan dan bazar murah di sejumlah titik guna memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga di bawah pasar menjelang lebaran, sehingga harga di pasar tradisional tidak melonjak," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026